Tangkapan Layar Video Rumah Terduga Pelaku Digeruduk Sejumlah Orang yang Merasa Dirugikan (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Ratusan warga mendatangi kediaman YD di Dusun Panjen, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Senin (02/11/2026) malam. Sebagian dari mereka datang untuk menagih janji pengembalian uang iuran kelompok pemuda yang diduga digunakan YD untuk kepentingan pribadi hingga membuat penampilan sound horeg dalam Sempu Carnival 2026 batal terlaksana.
Kerumunan warga mulai memadati sekitar rumah YD sejak waktu Magrib. Jumlah orang yang terus berdatangan membuat suasana di sekitar lokasi ramai. Bahkan, arus lalu lintas di jalan penghubung antardusun sempat terganggu sehingga pengguna jalan harus mencari jalur alternatif.
Kedatangan warga tidak hanya berasal dari pihak yang mengaku dirugikan. Sejumlah orang dari luar Kecamatan Sempu juga terlihat mendatangi lokasi setelah persoalan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.
Salah satunya Sony Sanjaya, warga Desa Setail, Kecamatan Genteng. Ia mengaku sengaja datang karena penasaran dengan peristiwa yang ramai dibicarakan di TikTok.
"Saya ke sini memang sengaja karena ramai di TikTok. Penasaran saja," ujar Sony saat ditemui di lokasi.
Di tengah kerumunan, sejumlah penari atau dancer yang sebelumnya dijadwalkan tampil bersama kelompok sound horeg tersebut juga terlihat keluar dari rumah YD. Salah seorang dancer mengaku telah menerima sejumlah uang, tetapi nominalnya belum sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.
"Dapat uang, tapi tidak sesuai harapan. Jumlah segini masih dibagi sama belasan teman lain," ujar salah seorang dancer.
Kepala Desa Jambewangi bersama kepala dusun setempat berupaya menenangkan warga agar situasi tidak berkembang menjadi aksi anarkis. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi turut melakukan pengamanan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
YD yang sebelumnya sempat diisukan berada di Bali akhirnya menemui warga yang telah menunggu sejak Magrib. Di hadapan warga, ia mengakui kesalahannya terkait penggunaan uang yang seharusnya dipakai untuk kebutuhan kelompok.
"Saya minta maaf kepada para pemuda yang mengikuti sound di Desa Sempu. Karena kesalahan saya, akhirnya sound tidak jadi berjalan dan uangnya saya gunakan sendiri. Saya juga meminta maaf kepada masyarakat Dusun Panjen karena kejadian ini menjadi ramai," kata YD.
Ia menyatakan menyesali perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi hal serupa. YD juga menyampaikan kesediaannya untuk mengganti uang yang telah digunakannya.
"Saya minta maaf dan tidak akan mengulangi lagi. Saya siap mengganti uang yang sudah saya gunakan," tegasnya.
Persoalan ini bermula ketika kelompok pemuda Protolan Gank dari Dusun Panjen berencana mengikuti Sempu Carnival 2026 pada Sabtu (31/10/2026). Namun, rencana tersebut gagal setelah pembayaran sewa sound system dan sejumlah kebutuhan penampilan lainnya tidak terselesaikan. Persoalan itu kemudian memicu tuntutan pengembalian dana dari pihak-pihak yang merasa dirugikan. (ep)

