Innalilahi! Bocah Korban Tertemper KA di Sempu Banyuwangi Meninggal Dunia

1lmam.jpg Bocah Korban Tertemper Kereta Api di Sempu Banyuwangi Meninggal Dunia (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Perjuangan AH (8), bocah asal Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, setelah tertemper Kereta Api (KA) Wijaya Kusuma berakhir duka. Korban meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Blambangan


Kabar meninggalnya siswa sekolah dasar tersebut dibenarkan Kepala Dusun Krajan, Desa Temuasri, Ramdan. AH mengembuskan napas terakhir pada Jumat (06/11/2026) malam.


"Innalillahi wa innailaihi rajiun. Benar, meninggal tadi malam. Jenazah langsung dimakamkan," kata Ramdan.


Ramdan menjelaskan, jenazah AH dijemput keluarga di RSUD Blambangan setelah sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. Setibanya di kampung halaman, jenazah langsung dimakamkan.


Sebelumnya, AH mengalami kecelakaan tertemper KA Wijaya Kusuma. Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka serius hingga harus mendapatkan penanganan intensif di RSUD Blambangan.


Plt Direktur RSUD Blambangan, dr Siti Asiyah Anggraeni, sebelumnya mengungkapkan kondisi AH masih belum sadarkan diri. Tim medis juga menduga korban mengalami cedera otak berat.


"Kondisinya masih belum sadar dan sedang menjalani perawatan intensif. Kami juga telah memasang collar neck karena ada dugaan cedera otak berat," ujar dr Asiyah saat memberikan keterangan pada Kamis (05/11/2026).


Pihak rumah sakit juga telah melakukan pemeriksaan rontgen menyeluruh di area kepala untuk mengetahui tingkat keparahan cedera yang dialami korban.


Kepergian AH menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Terlebih, bocah tersebut berasal dari keluarga kurang mampu yang sebelumnya juga menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan operasional selama mendampingi korban menjalani perawatan di rumah sakit. (ep)