Bikin Gatal dan Bercak Merah, Koloni Semut Bersarang di Kedai Warga Banyuwangi

1weahh.jpg Petugas Damkarmat Menangani Koloni Semut di Sebuah Kedai Wilayah Desa Karangdoro, Kec. Tegalsari (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Koloni semut hitam menyerbu sebuah kedai milik warga di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. Tak hanya mengganggu aktivitas, gigitan serangga tersebut juga membuat kulit penghuni kedai terasa gatal hingga muncul bercak kemerahan.


Pemilik kedai, Aviana Nur Fadila, mengaku gangguan semut itu sudah berlangsung sekitar setahun terakhir. Awalnya, ia tidak terlalu mempermasalahkan keberadaan beberapa ekor semut yang muncul di kedainya.


Namun, seiring waktu, jumlahnya semakin banyak. Bahkan, koloni semut tersebut mulai membuat sarang di dua sudut bagian atas bangunan.


"Awalnya saya anggap biasa saja. Tetapi lama-kelamaan semutnya semakin banyak dan mulai membuat sarang di dua titik pojok bagian atas kedai," ungkap Aviana, Sabtu (7/11/2026).


Keberadaan semut hitam itu semakin meresahkan karena gigitannya menimbulkan rasa gatal. Kulit yang terkena gigitan juga bisa mengalami bercak kemerahan.


Aviana menyebut anak-anak dan anggota keluarganya pernah menjadi sasaran gigitan semut tersebut. Kondisi itu membuatnya khawatir, terlebih jumlah serangga yang terus bertambah dan sulit dikendalikan.


"Kalau digigit terasa gatal dan muncul bercak merah. Anak-anak juga pernah terkena gigitan semut. Karena jumlahnya semakin banyak dan tidak terkendali, akhirnya saya meminta bantuan Damkar," jelasnya.


Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Sektor Genteng. Petugas mendatangi kedai untuk membasmi koloni semut sekaligus menangani dua sarang yang berada di bagian atas bangunan.


Koordinator Damkarmat Sektor Genteng, Sutikno, mengatakan kedua sarang yang ditemukan memiliki ukuran cukup besar. Salah satunya diperkirakan mencapai 60 sentimeter, sedangkan sarang lainnya sekitar 30 sentimeter.


"Ukuran sarangnya cukup besar. Satu sarang sekitar 60 sentimeter, sedangkan yang satunya lagi kurang lebih 30 sentimeter," kata Sutikno.


Dalam penanganan tersebut, petugas terlebih dahulu menyemprotkan cairan pembasmi serangga ke sarang. Setelah itu, kedua sarang dihancurkan untuk memastikan koloni semut yang bersarang di sana dapat dibasmi.


Menurut Sutikno, proses penanganan berlangsung relatif singkat. Petugas membutuhkan waktu sekitar 10 menit hingga pembasmian selesai dilakukan.


"Setelah disemprot cairan pembasmi serangga, sarangnya kami hancurkan. Sekitar 10 menit prosesnya sampai semut berhasil dibasmi," pungkasnya. (ep)