Tekan Angka Perceraian, Calon Pengantin di Sempu Abadikan Cinta Lewat Pohon Tabebuya

1tyui.jpg Penanaman Pohon Tabebuya dalam Inovasi Cinta Sejati Kecamatan Sempu, Banyuwangi (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Ada cara unik yang dilakukan Kecamatan Sempu, Banyuwangi, untuk mengingatkan pasangan calon pengantin agar menjaga keutuhan rumah tangga. Melalui inovasi bertajuk "Cinta Sejati" setiap pasangan yang hendak mendaftarkan pernikahan diwajibkan menanam pohon tabebuya.


Tak sekadar menjadi gerakan penghijauan, penanaman pohon ini juga menyimpan pesan simbolis tentang kesetiaan dan komitmen dalam membangun rumah tangga. Nama kedua calon pengantin nantinya turut diabadikan pada pohon yang mereka tanam.


Camat Sempu, Mujito, mengatakan program tersebut dirancang dengan dua tujuan sekaligus. Selain mempercantik lingkungan, penanaman tabebuya diharapkan menjadi pengingat bagi pasangan untuk terus merawat cinta sebagaimana mereka merawat pohon yang ditanam.


"Calon pengantin tanam tabepuyang untuk Sempu agar semakin asri dan indah. Ini bagian dari inovasi Cinta Sejati," ujar Mujito, Jumat (06/11/2026).


Penanaman dilakukan di sepanjang jalan poros Kecamatan Sempu. Lokasi tersebut dipilih agar manfaat penghijauan bisa dirasakan masyarakat luas, sekaligus menciptakan suasana jalan yang lebih rindang, sejuk, dan nyaman.


Menurut Mujito, setiap pohon akan diberi identitas nama pasangan calon pengantin, baik laki-laki maupun perempuan. Dengan begitu, pohon tersebut akan menjadi penanda perjalanan cinta mereka.


"Nanti saat pohonnya tumbuh, pasangan itu akan selalu ingat. Ada nama mereka di sana. Ingatan yang melekat ini harapannya bisa menjadi tali perekat bagi pasangan yang menikah, khususnya di wilayah Sempu," jelasnya.


Mujito berharap, pohon yang ditanam tidak hanya tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga menjadi simbol komitmen pasangan dalam mempertahankan pernikahan. Terlebih, persoalan perceraian masih menjadi perhatian di Banyuwangi.


Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sempu, Khoirud Dawam, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, inovasi Cinta Sejati juga menjadi sarana meningkatkan kepedulian masyarakat, khususnya pasangan muda, terhadap kelestarian lingkungan.


Dawam menjelaskan, kegiatan penanaman pohon bagi calon pengantin sebenarnya sudah pernah dilaksanakan. Namun, sebelumnya tanaman hanya ditanam di halaman rumah masing-masing pasangan.


"Kami menyambut baik kolaborasi ini. Sejatinya program penanaman pohon untuk calon pengantin sudah terlaksana, tetapi tanaman hanya ditanam di halaman rumah sendiri," ungkap Dawam.


Kini, melalui kolaborasi dengan pihak kecamatan, lokasi penanaman diarahkan ke pinggir jalan poros. Harapannya, tanaman tersebut bisa memberikan manfaat lebih luas dan menciptakan lingkungan yang semakin hijau.


Ada pula pesan khusus yang ingin disampaikan melalui program tersebut. Dawam menyebut pohon yang ditanami dan diberi nama pasangan masing-masing bisa menjadi semacam lonceng atau alarm pengingat ketika mereka menghadapi persoalan rumah tangga.


"Di samping pesan mempercantik lingkungan, ada pesan terselip kepada calon pengantin. Pohon yang diberikan nama mereka sendiri itu nantinya menjadi lonceng atau alarm agar tidak pisah di tengah jalan atau bercerai," tuturnya.


Melalui inovasi Cinta Sejati, Kecamatan Sempu berharap setiap pasangan tidak hanya mengabadikan nama mereka pada sebatang pohon, tetapi juga menanam komitmen untuk menjaga rumah tangga. Sebab, sebagaimana pohon yang membutuhkan perawatan agar tumbuh kuat, hubungan pernikahan juga membutuhkan kesetiaan dan usaha bersama. (ep)