Petani Kopi Ditemukan Meninggal di Kebun Perhutani Kalibaru, Diduga Kelelahan

1u9ii.jpg Warga saat Mengevakuasi Korban Meninggal dari Lahan Kebun Kopi (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Seorang lansia berinisial A (70), warga Dusun Krajan, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi ditemukan meninggal dunia di area kebun kopi miliknya yang berada di kawasan Perhutani Banyuwangi Barat, Kamis (14/05/2026) sore.


Korban pertama kali ditemukan dalam posisi tertelungkup di bawah pohon kopi oleh menantunya, Anwar Sutiono, sekitar pukul 15.20 WIB. Sebelumnya, korban diketahui berpamitan kepada keluarga sejak pagi untuk membersihkan rumput di sekitar tanaman kopi.


Kapolsek Kalibaru AKP Junaidi mengatakan, korban berangkat ke kebun sekitar pukul 07.00 WIB dengan membawa peralatan kebun berupa sabit. Namun hingga sore hari korban tidak kunjung pulang ke rumah sehingga keluarga merasa khawatir dan berupaya melakukan pencarian.


“Korban ditemukan oleh pihak keluarga di area kebun kopi miliknya dalam kondisi sudah meninggal dunia dengan posisi tertelungkup di bawah pohon kopi,” ujar AKP Junaidi.


Setelah menerima laporan, petugas Polsek Kalibaru bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Kalibaru langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan luar terhadap jasad korban.


“Hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diperkirakan korban meninggal dunia sekitar tiga hingga empat jam sebelum ditemukan,” jelasnya.


Menurut AKP Junaidi, lokasi kebun kopi milik korban berada cukup jauh dari permukiman warga karena berada di kawasan tanah Perhutani Banyuwangi Barat.


“Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat kelelahan saat bekerja di kebun. Korban juga diketahui tidak memiliki riwayat penyakit kronis,” tambahnya.


Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Setelah proses pemeriksaan selesai, jasad korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.


“Pihak keluarga telah mengikhlaskan meninggalnya korban dan menganggap kejadian tersebut sebagai takdir dari Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya. (ep)