Muncul Aksi Gedor Rumah Sebelum Ramai Perusakan 40 Nisan TPU Tapaklembu Banyuwangi

20241122_203133.jpg Kepala Dusun Tapaklembu saat Mengecek Nisan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Terjadi aksi gedor pintu rumah sebelum insiden perusakan 40 nisan makam di TPU Dusun Tapaklembu, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Aksi gedor pintu itu bikin resah warga Dusun Tapaklembu yang menjadi korban.


Aksi gedor pintu itu dibenarkan Kepala Dusun Tapaklembu Nanang Satrianto. Ia mendapatkan laporan itu dari warga yang dibuat gerah oleh aksi pada tengah malam itu.


"Belum tau itu ada keterkaitan atau tidak, tapi sebelumnya ada laporan kalau saat malam ada orang yang menggedor-gedor rumah warga," ujarnya, Jumat (22/11/2024).


Dugaannya, orang yang bikin gaduh dan menggedor-gedor rumah warga itu merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) atau orang yang sedang mabuk. 


"Mungkin orang mabuk, tapi tidak diketahui itu siapa," terangnya.


Meski begitu, Nanang mengaku tidak ingin menduga-duga siapa pelaku perusakan makam yang membuat warga geger itu. Dan tak ingin berspekulasi lebih menyoal apakah ada keterkaitan antara peristiwa gedor pintu itu dengan aksi perusakan 40 batu nisan


"Untuk siapa pelakunya biar nanti diselidiki pihak kepolisian. Kami tidak ingin menduga dan berspekulasi," katanya.


Warga yang tidak tinggal jauh dari TPU Tapaklembu, Tasmini (60), mengaku sejauh ini tidak pernah mendengar suara-suara gemuruh dari aktivitas perusakan makam tersebut. 

"Tidak tau sama sekali, tidak dengar ada suara orang ngerusak ini," paparnya. 

Tasmini yang rumahnya tidak sampai 50 meter dari TPU itu juga mengungkap kampungnya itu sering sepi, baik saat siang atau malam. "Kalau siang warga sini bekerja di tukang cetak batu bata, saat magrib sudah tutup semua rumahnya," ujarnya.


Kasus ini tengah diselidiki pihak kepolisian sektor setempat. Polisi berupaya keras dengan menggali sejumlah keterangan dari warga yang bermukim dekat makam



"Masih kita selidiki dan sudah mengumpulkan keterangan saksi dari warga yang berada di dekat makam," ujarnya.


Nanang menambahkan pengrusakan tersebut dimungkinkan terjadi pada 3-4 hari sebelum dilaporkan. Karena kondisi makam masih utuh saat banyak warga berdatangan untuk ziarah.


"Pada hari Kamis malam Jumat legi tanggal 14 November 2024 untuk kondisi makam masih utuh dan belum ada kerusakan. Dimungkinkan terjadi setelah itu," tambahnya.


Nanang mengimbau kepada warga agar melapor apabila menemukan seseorang yang mencurigakan yang berada di sekitaran makam di rentang waktu perusakan terjadi. Sementara dari inventarisir kerugian materil mencapai Rp7,5 juta.


"Taksiran kerugian mencapai Rp7,5 juta. Kami imbau untuk keluarga (ahli waris makam) agar segera melapor," tandasnya. (ep)