Narkoba Mengintai, Kapolsek Bangorejo Banyuwangi Minta Warga Tidak Lalai

1uu8980.jpg Sosialisasi Bahaya Narkoba di Balai Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi – Kepolisian Sektor (Polsek) Bangorejo kembali mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba yang kian merambah berbagai lapisan, termasuk pedesaan. Pesan itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi bahaya narkoba di Balai Desa Sukorejo, Rabu (26/11/2025).


Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB itu dipadati peserta dari beragam unsur masyarakat. Hadir Kapolsek Bangorejo AKP Hariyanto, Camat Bangorejo Khoirul Anam, Kepala Desa Sukorejo Sugito, narasumber Hakim Sahid, tokoh agama, tokoh pemuda, serta warga lintas dusun. Suasana berjalan tertib dan penuh antusiasme, terutama ketika sesi diskusi dibuka.


Di hadapan warga, Kapolsek Bangorejo AKP Hariyanto menegaskan bahwa narkoba bukan lagi ancaman jauh seperti dulu. Kini, peredarannya sudah menyasar wilayah-wilayah kecil dengan memanfaatkan kelengahan dan minimnya pengawasan lingkungan.


“Narkoba itu tidak jauh dari kita. Bisa datang dari lingkungan terdekat. Karena itu warga tidak boleh lalai, tidak boleh menyepelekan. Ancaman ini nyata dan sudah jadi atensi langsung Presiden,” ujar Hariyanto dalam paparannya.


Ia juga menyebut bahwa pola peredaran narkoba kini semakin licin. Modusnya beragam, mulai dari transaksi online, kurir tanpa identitas, hingga memanfaatkan tempat-tempat yang luput dari perhatian masyarakat. Karena itu, ia meminta warga lebih peka terhadap aktivitas mencurigakan di sekitar rumah.


Selain narkoba, Kapolsek turut menyinggung maraknya judi online yang belakangan menjadi pemicu masalah sosial baru. “Kami butuh peran warga. Jangan ragu melapor jika melihat sesuatu yang mencurigakan. Polresta Banyuwangi sudah menyediakan call center 110 dan layanan Wadul Kapolresta. Gunakan fasilitas itu untuk menjaga lingkungan kita bersama,” tegasnya.


Dalam kesempatan tersebut, narasumber Hakim Sahid juga memberikan pemaparan mengenai dampak hukum dan sosial dari penyalahgunaan narkotika. Ia mengingatkan bahwa banyak kasus bermula dari coba-coba, lalu berubah menjadi kecanduan yang merusak masa depan.


Tokoh agama dan tokoh pemuda Sukorejo yang hadir turut memberikan pandangan bahwa pencegahan harus dilakukan dari rumah. Pengawasan terhadap pergaulan anak, edukasi tentang bahaya narkoba, serta menciptakan kegiatan positif diyakini menjadi kunci utama menekan potensi penyalahgunaan.


Kegiatan ditutup dengan ajakan bersama untuk memperkuat ketahanan keluarga dan lingkungan. Warga diminta saling mengingatkan, saling menjaga, dan tidak memberi celah bagi para pelaku untuk beroperasi. “Kalau lingkungan kompak, peredaran narkoba pasti sulit masuk,” ujar salah satu tokoh pemuda yang ikut hadir.


Acara yang berlangsung hampir dua jam itu berakhir dengan sesi tanya jawab, di mana sejumlah warga menyampaikan keresahan mereka terkait pergaulan remaja serta maraknya penggunaan gadget tanpa kontrol. Kegiatan berjalan aman, tertib, dan memberi ruang interaksi luas antara warga dan petugas. (ep)