
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Puluhan nisan di makam TPU Dusun Tapaklembu, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, porak-poranda diduga dirusak orang tak dikenal. Total ada 40 nisan yang kondisinya hancur berkeping-keping.
Kepala Dusun Tapaklembu Nanang Satrianto menyatakan, insiden rusaknya makam diketahui pertama kali oleh juru kunci makam pada Rabu (20/11/2024) kemarin. Penjaga makam kaget ketika melihat puluhan nisan hancur berceceran.
"Rusaknya nisan makam ini pertama kali baru ditemukan oleh juru kunci kemudian dilaporkan ke kami. Setelah itu kami laporkan ke pihak kepolisian," kata Satrianto, Kamis (23/11/2024) kepada BWI24Jam.
Menurut Satrianto, insiden dugaan perusakan makam ini baru pertama kali terjadi. Sebelumnya tak ada peristiwa serupa yang terjadi di makam umum yang digunakan warga kampung setempat tersebut.
Pihaknya kemudian melakukan kroscek di beberapa warga yang rumahnya dekat dengan makam.
"Satu persatu kami tanyai warga yang rumahnya dekat makam. Tapi belum ada warga yang mengetahui pasti kapan waktu perusakan itu terjadi," terangnya.
Pasca-kabar perusakan nisan makam itu menyebar, seluruh ahli waris mengkroscek terhadap makam keluarga mereka. Kerusakan makam didominasi makam yang letaknya di lajur belakang.
Bahkan beberapa nisan yang rusak ada yang sengaja dibuang di parit kecil dekat makam. Beberapa sudah dikembalikan kembali ke posisinya meskipun belum ada perbaikan terhadap nisan yang rusak tersebut.
"Sudah dikembalikan kembali nisan yang dirusak ke posisi semula. Kalau perbaikan belum ada satupun. Nanti mereka (ahli waris) yang akan memperbaikinya sendiri," terangnya.
Sementara itu, Kapolsek Sempu AKP Nanang Wardhana menyebut pihaknya menerima laporan pada hari Rabu tanggal 20 November 2024 sekitar pukul 16.00 WIB. Pihaknya langsung terjun ke TKP untuk Melakukan penyelidikan.
"Masih kita selidiki dan sudah mengumpulkan keterangan saksi dari warga yang berada di dekat makam," ujar AKP Nanang Wardhana.
Nanang menambahkan pengrusakan tersebut dimungkinkan terjadi pada 3-4 hari sebelum dilaporkan. Karena kondisi makam masih utuh saat banyak warga berdatangan untuk ziarah.
"Pada hari Kamis malam Jumat legi tanggal 14 November 2024 untuk kondisi makam masih utuh dan belum ada kerusakan. Dimungkinkan terjadi setelah itu," tambahnya.
Nanang mengimbau kepada warga agar melapor apabila menemukan seseorang yang mencurigakan yang berada di sekitaran makam di rentang waktu perusakan terjadi. Sementara dari inventarisir kerugian materil mencapai Rp7,5 juta.
"Taksiran kerugian mencapai Rp7,5 juta. Kami imbau untuk keluarga (ahli waris makam).agar segera melapor," tandasnya. (ep)