Pemdes, Pemerintah Kecamatan dan Warga Sekitar Kunjungi Rumah Soni untuk Beri Dukungan (Foto: Eko/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Hari-hari keluarga Soni Marta di Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, kini dipenuhi penantian. Sejak KM Virgo Transport Delapan dikabarkan tenggelam di perairan Masalembu, Soni yang menjadi sopir truk dalam pelayaran tersebut belum diketahui keberadaannya.
Di rumah itu, sang istri, Rini Handayani, bersama dua anaknya hanya bisa menunggu kabar. Harapan untuk melihat Soni kembali pulang masih terus dipanjatkan, meski hingga Rabu (16/9/2026) belum ada kepastian mengenai nasibnya.
Soni diketahui berangkat menggunakan KM Virgo Transport Delapan untuk mengantarkan truk ekspedisi menuju Banjarmasin. Sehari-hari, pria tersebut bekerja sebagai sopir truk dan menjadi tulang punggung keluarga.
Kini, sosok yang biasanya bekerja mencari nafkah justru tak kunjung kembali. Rini harus menjalani hari-hari dengan kecemasan, sembari berusaha menguatkan kedua buah hatinya.
"Saya masih berharap suami saya selamat dan bisa segera pulang. Kami di sini terus menunggu kabarnya," kata Rini saat ditemu dirumahnya.
Komunikasi terakhir antara Rini dan Soni terjadi pada Sabtu malam. Saat itu, Soni sempat memberi kabar bahwa dirinya sudah berada di dalam kapal.
"Terakhir komunikasi Sabtu malam. Waktu itu dia bilang sudah di dalam kapal," ujarnya.
Tidak ada yang menyangka percakapan tersebut menjadi komunikasi terakhir mereka. Setelah kapal dikabarkan mengalami musibah, Rini tak lagi bisa menghubungi suaminya.
"Saya tidak menyangka itu menjadi komunikasi terakhir. Setelah itu sudah tidak bisa dihubungi lagi," tutur Rini.
Bahkan, dalam percakapan terakhir tersebut, Soni masih memikirkan keluarganya. Ia sempat mengingatkan Rini mengenai kebutuhan biaya sekolah anak karena salah satu buah hatinya akan mengikuti ujian.
"Dia sempat bilang soal biaya sekolah anak. Katanya segera disiapkan karena anak akan ujian," ungkapnya.
Pesan mengenai biaya sekolah itu kini justru menjadi salah satu hal yang terus teringat oleh Rini. Di tengah ketidakpastian keberadaan suaminya, kebutuhan keluarga tetap harus berjalan.
Soni dalam perjalanan tersebut juga tidak sendirian. Ia bersama kenek truk bernama Ponco Budi Raharjo, warga Kecamatan Glenmore, Banyuwangi. Nasib Ponco hingga kini juga belum diketahui.
Di rumah, dua anak Soni ikut merasakan beratnya penantian. Mohammad Firman Eka Putra masih duduk di bangku SMK, sedangkan adiknya, Firman Maulana, masih bersekolah di bangku sekolah dasar.
Keduanya disebut sangat terpukul setelah mengetahui ayah mereka belum ditemukan. Bahkan, Firman Maulana yang masih kecil disebut mengalami demam karena sang ayah tak kunjung pulang.
"Anak-anak sangat terpukul dan syok. Yang bungsu sampai sakit demam karena bapaknya tidak kunjung kembali," ungkap Rini.
Bagi kedua anak tersebut, sosok ayah yang biasanya pulang setelah menjalankan pekerjaannya kini tak kunjung terlihat. Rini pun berusaha bertahan sambil terus menunggu kabar.
"Anak-anak terus menanyakan bapaknya. Saya juga berusaha menguatkan mereka sambil menunggu kabar," kata Rini.
Soni sendiri merupakan sosok penting bagi keluarganya. Dari pekerjaannya sebagai sopir truk, ia memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membiayai pendidikan anak-anaknya.
"Itu pekerjaan sehari-hari suami saya. Dia yang bekerja untuk kebutuhan keluarga," ujarnya.
Kini, yang bisa dilakukan Rini hanyalah menunggu dan berdoa. Ia berharap kabar yang datang nantinya membawa kepastian sekaligus harapan bahwa suaminya masih selamat.
"Saya setiap hari berdoa semoga suami saya selamat. Semoga segera ada kabar dan suami saya bisa pulang berkumpul lagi dengan kami," ucapnya.
Rini mengaku tidak ingin berhenti berharap. Selama belum ada kepastian mengenai keberadaan Soni, doa dan harapan untuk kepulangan suaminya tetap ia panjatkan.
"Saya berharap ada kabar baik. Mudah-mudahan suami saya ditemukan dalam keadaan selamat dan bisa kembali pulang," katanya.
Pada Rabu (16/9/2026), sejumlah tetangga, aparatur desa hingga pihak Kecamatan Genteng mendatangi rumah Soni. Kedatangan mereka untuk memberikan dukungan kepada Rini dan kedua anaknya yang masih menunggu kepastian.
Camat Genteng, Khoirul Hidayat, mengatakan pihaknya turut memberikan perhatian kepada keluarga Soni. Pemerintah kecamatan juga ikut mendoakan agar Soni segera ditemukan.
"Kami turut mendoakan agar Mas Soni segera ditemukan dan mudah-mudahan dalam kondisi selamat. Kami berharap keluarga diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah ini," kata Khoirul.
Khoirul menyebut kehadiran pemerintah dan masyarakat di rumah keluarga Soni diharapkan dapat memberikan sedikit kekuatan bagi keluarga yang tengah menghadapi masa sulit.
"Kami hadir untuk memberikan dukungan kepada keluarga. Semoga ada kabar baik dan keluarga bisa segera mendapatkan kepastian mengenai kondisi Mas Soni," ujarnya.
Hingga kini, Rini bersama kedua anaknya masih menunggu. Di tengah rumah yang dipenuhi kecemasan itu, satu harapan tetap mereka jaga: Soni bisa ditemukan dalam keadaan selamat dan kembali ke rumah, menemui istri serta dua anak yang terus menantikan kepulangannya.
"Kita sama-sama berdoa, semoga proses pencarian berjalan lancar dan segera memberikan hasil yang terbaik bagi keluarga," pungkasnya (ep)

