Fasilitas Olahraga Ring Basket di RTH Maron, Kec. Genteng, Banyuwangi Hilang (Foto: Eko/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Fasilitas olahraga di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, menjadi sasaran dugaan pencurian. Ring basket yang merupakan sumbangan Grace Evi Ekawati atau akrab disapa Mama Evi dilaporkan hilang pada Kamis (15/10/2026).
Bagian ring berbahan besi yang menjadi tempat masuknya bola basket itu diduga dipereteli oleh orang tak dikenal (OTK). Bagian berbahan besi yang menjadi tempat masuknya bola basket diduga dilepas dari tiang penyangganya.
Hilangnya fasilitas tersebut cukup disayangkan. Sebab, lapangan basket di kawasan RTH Maron selama ini menjadi salah satu tempat bagi anak-anak muda di wilayah Genteng untuk berlatih dan mengasah keterampilan bermain basket.
Nugroho, pecinta basket asal Desa Genteng Wetan, mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Menurutnya, keberadaan fasilitas olahraga seperti ring basket sangat berarti bagi anak-anak muda yang ingin mengembangkan kemampuan di bidang olahraga.
“Sangat disayangkan, karena fasilitas seperti ini penting bagi anak-anak muda yang ingin belajar dan mengembangkan kemampuan bermain basket. Tidak semua pemain muda punya akses ke lapangan dengan fasilitas yang memadai. Ring ini bisa menjadi tempat mereka berlatih, berkumpul, dan menyalurkan minat positif,” kata Nugroho.
Ia menilai fasilitas olahraga yang telah tersedia semestinya dijaga bersama karena manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Terlebih, ring basket tersebut merupakan sumbangan yang ditujukan untuk mendukung kegiatan olahraga warga.
“Harapannya, ring basket ini bisa segera ditindaklanjuti dan kalau memungkinkan dipulihkan kembali, supaya anak-anak yang biasa latihan tidak kehilangan tempat untuk mengasah kemampuan. Jangan sampai fasilitas umum yang dibangun untuk kepentingan bersama justru hilang karena tidak dijaga,” imbuhnya.
Sementara itu, Camat Genteng Khoirul Hidayat membenarkan hilangnya ring basket tersebut. Ia mengaku menerima laporan dari warga melalui pesan WhatsApp pada Kamis dini hari.
Khoirul mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Ia juga meminta masyarakat yang mengetahui kondisi terakhir ring basket sebelum hilang agar menyampaikan informasi yang dimiliki sehingga bisa ditindaklanjuti.
“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Padahal kami sedang gencar-gencarnya menata RTH Maron agar nyaman digunakan. Akan tetapi masih ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Secara fisik, posisi ring basket berada cukup tinggi sehingga sulit dijangkau tanpa alat bantu seperti tangga. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa pelepasan ring membutuhkan alat dan keterampilan tertentu. Namun, cara serta waktu pasti hilangnya fasilitas itu belum diketahui.
"Ini masih kami telusuri terkait dan belum bisa memastikan apakah ini ada unsur kesengajaan atau memang lepas karena habis dipakai untuk bermain basket," tambah Khoirul.
Dugaan pencurian pada malam hari juga belum dapat dipastikan. Perlu penelusuran lebih lanjut untuk mengetahui kronologi kejadian, termasuk kemungkinan adanya saksi atau rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.
Khoirul mengajak masyarakat bersama-sama menjaga fasilitas umum di kawasan RTH Maron agar tetap aman dan bisa digunakan untuk kepentingan bersama.
“Semoga kejadian ini tidak terulang kembali. Ayo bersama-sama kita jaga kebersihan, kerapian, keindahan, dan keamanan kawasan RTH Maron,” pesannya. (ep)

