Selama Sepekan Evakuasi KMP Tunu Pratama Jaya, Tiga Jenazah Ditemukan di Selat Bali

1lapjao.jpg Kapal Crane saat Beroperasi di Selat Bali Mengangkat Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya (Foto: Satpolairud/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali diwarnai dengan temuan jenazah. Dalam kurun waktu sepekan terakhir, total tiga jenazah dilaporkan ditemukan oleh warga di sejumlah titik perairan.


Sebelumnya, dua jenazah lebih dulu ditemukan pada Minggu (01/02/2026) di sekitar lokasi pengangkatan kapal. Salah satu korban diduga merupakan Anak Buah Kapal (ABK) KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam pada Rabu (02/07/2025).


Sementara itu, jenazah kedua yang ditemukan oleh nelayan hingga kini belum diketahui identitasnya. Tim Disaster Victim Identification (DVI) masih melakukan proses identifikasi di RSUD Negara, Bali.


Temuan terbaru kembali terjadi pada Rabu (4/2/2026). Petugas Satpolairud Polresta Banyuwangi mengonfirmasi adanya satu jenazah lain yang ditemukan di wilayah pesisir Pantai Sumur Kembar, kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Gilimanuk, Bali.


Jenazah diduga korban KMP Tunu Pratama Jaya itu ditemukan dalam kondisi tidak utuh dan tergeletak di bibir pantai. Dengan temuan ini, jumlah jenazah yang ditemukan selama proses evakuasi bangkai kapal mencapai tiga orang.


Kasat Polairud Polresta Banyuwangi, Kompol Muchamad Wahyudi, mengatakan jenazah pertama kali ditemukan oleh warga setempat bernama Rahmawati sekitar pukul 07.30 WIB.


“Yang bersangkutan langsung melaporkan temuan itu kepada Bhabinkamtibmas Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk,” ujar Wahyudi.


Setelah dilakukan pengecekan di lokasi dan dipastikan sebagai jenazah manusia, tim gabungan dari Bali segera melakukan evakuasi dan membawa korban ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.


“Kami masih menunggu hasil dan informasi resmi dari RSUD Negara karena seluruh proses penanganan jenazah dilakukan di sana,” jelasnya.


Wahyudi mengakui, selama proses pengangkatan bangkai kapal berlangsung, potensi munculnya jenazah lain cukup besar. Oleh sebab itu, Satpolairud memperluas area patroli dan meningkatkan pengawasan di perairan Selat Bali.


“Kami meningkatkan mobilitas patroli dan menyiagakan personel di sejumlah titik. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar apabila ada temuan jenazah, proses evakuasi bisa segera dilakukan dengan cepat dan manusiawi,” pungkasnya. (ep)