TKP Korban Diduga Dikeroyok oleh Gerombolan Anak Punk di Jalan Raya Kalipuro (Foto: Riqi/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi – Seorang warga Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh gerombolan anak punk. Peristiwa tersebut terjadi di pinggir Jalan Raya Situbondo–Banyuwangi pada Rabu (4/2/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Korban diketahui berinisial YBI (46). Ia dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Blambangan.
Adik kandung korban, Trias Oktania, mengatakan menurut informasi yang ia dengar, kejadian bermula ketika belasan anak punk datang ke Restoran Warudodol, namun dihalau satpam restoran. Gerombolan anak punk kemudian ada yang ke selatan dan ke arah utara ngamen.
Saat sekitar tiga anak punk ngamen di dekat rumah korban, korban merasa tidak nyaman dan dianggap meresahkan. Korban bermaksud meminta pergi anak punk sampai dikejar.
“Ndak tahu bagaimana (anak punk) terus lari ke selatan karena sama almarhum di kejar, kemudian yaitu sudah kejadian dikeroyok di sana,” ujar Oktania, Kamis (05/02/2026).
Aksi kejar-kejaran berlangsung hingga beberapa ratus meter dari rumah korban. Setibanya di pinggir jalan raya (TKP) korban bertemu gerombolan anak punk. Lalu korban diduga dianiaya oleh belasan anak punk yang sudah berkumpul di lokasi.
Korban mengalami luka parah dan tidak sadarkan diri. Warga yang melintas sempat melihat kejadian tersebut, sementara kelompok anak punk tersebut melarikan diri dengan menumpang truk ke arah utara.
“Warga melihat mereka kabur numpang truk towimg ke arah utara, sementara kakak saya sudah tidak sadar di lokasi,” bebernya.
Istri korban sempat menyusul ke lokasi kejadian setelah mengetahui suaminya mengejar anak punk tersebut. Namun setibanya di tempat kejadian, korban sudah tergeletak dalam kondisi kritis.
“Kakak saya dibawa ke rumah sakit dengan luka parah di bagian kepala dan hidung, sempat muntah, lalu sekitar satu jam lebih dinyatakan meninggal dunia,” ungkapnya.
Trias Oktania juga menyampaikan bahwa hingga ditemui jurnalis, istri korban masih mengalami syok atas kejadian tersebut. Korban meninggalkan seorang istri berinisial M (45) dan satu orang anak yang saat ini duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar.
Keluarga korban berharap keadilan agar para pelaku dihukum setimpal.
“Berharap Banyuwangi ini benar-benar bebas dari anak-anak punk, karena benar-benar meresahkan kalau sampai akhirnya menghilangkan nyawa,” pintanya.
Hingga berita ini diturunkan, peristiwa dugaan pengeroyokan tersebut masih dalam penanganan pihak Polresta Banyuwangi. (rq)

