Sumbersewu Bergemuruh! 48 Sound Horeg Sultan Beradu di Muncar Banyuwangi

20260329_165158.jpg Battle Sound Horeg di Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Banyuwangi (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Dentuman bass menggelegar mengguncang pesisir selatan Banyuwangi. Sebanyak 48 unit sound horeg raksasa ambil bagian dalam ajang “Halal Bihalal Battle Sound Horeg” di Lapangan Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Minggu (29/03/2026).


Event ini tak sekadar hiburan Lebaran. Di kalangan pecinta audio, ajang tersebut telah menjadi arena adu gengsi antar pemilik sound system dari berbagai daerah.


Pantauan di lokasi, puluhan truk besar berjejer membawa perangkat audio berukuran jumbo. Tinggi susunan speaker bahkan ada yang mencapai lebih dari 5 meter. Musik remix diputar dengan volume tinggi, menciptakan getaran kuat yang terasa hingga ke tubuh penonton.


Ketua panitia, Zainal Abidin, mengatakan gelaran tahun ini mengalami peningkatan antusiasme yang signifikan.


“Awalnya ini hanya kegiatan pemuda desa saat Lebaran. Tapi sekarang sudah berkembang, pesertanya datang dari berbagai daerah, tidak hanya Banyuwangi tapi juga dari luar kota,” kata Zainal.


Ia menyebut total ada 48 unit sound horeg yang ikut serta, seluruhnya dalam kategori besar.


“Total yang tampil semuanya kategori besar. Bisa dibilang kelas sultan,” ujarnya.


Tak hanya jumlahnya yang mencolok, nilai investasi tiap unit juga fantastis. Zainal mengungkapkan satu set sound system bisa bernilai hingga miliaran rupiah.


“Kalau dihitung dari perangkatnya, mulai dari speaker, power, sampai genset, satu unit bisa mencapai miliaran rupiah. Bahkan ada peserta yang menghabiskan ratusan juta hanya untuk operasional selama acara,” jelasnya.


Meski cuaca panas menyengat, ribuan penonton tetap memadati lapangan. Mereka rela berdesakan di depan barisan fsubwoofer demi merasakan sensasi getaran khas horeg.


Salah satu penonton, Puti Ravana Bila, mengaku sengaja datang dari luar daerah untuk menyaksikan langsung kemeriahan acara tersebut.


“Seru banget, tahun ini lebih ramai dari sebelumnya. Suaranya benar-benar terasa sampai ke badan,” kata Puti.


Ia menyebut fenomena sound horeg menjadi daya tarik tersendiri saat momen Lebaran di Banyuwangi.


“Saya memang sengaja datang. Apalagi ada peserta dari luar kota, jadi penasaran ingin lihat langsung,” imbuhnya.


Puti juga menyoroti banyaknya keluarga yang ikut menikmati acara tersebut.


“Banyak yang bawa anak kecil juga. Mungkin sudah jadi budaya di sini. Tapi tetap harus hati-hati, sebaiknya pakai pelindung telinga,” ujarnya.


Zainal menambahkan, acara yang berlangsung selama dua hari ini akan mencapai puncaknya pada Minggu malam.


“Nanti malam puncaknya. Selain adu suara, tiap peserta juga akan menampilkan lighting terbaik mereka. Ditutup dengan kembang api,” katanya.


Ia memprediksi jumlah penonton akan semakin membludak saat malam hari.


“Biasanya malam jauh lebih ramai. Banyak yang datang khusus untuk lihat permainan lampu,” tambahnya.


Sementara itu, arus lalu lintas menuju Desa Sumbersewu terpantau padat merayap sejak siang. Petugas gabungan dari kepolisian dan linmas disiagakan untuk mengatur arus kendaraan dan menjaga keamanan.


Meski dipadati ribuan orang dan dentuman suara keras, acara berlangsung kondusif. Fenomena sound horeg pun kembali menegaskan posisinya sebagai bagian dari budaya hiburan khas masyarakat Banyuwangi saat momen Lebaran. (ep)