Antrean Pemudik Motor di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi pada 25 Maret 2026 (Foto: Tanti/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, mulai mengalami lonjakan signifikan pada H+3 dan H+4 Idulfitri. Ribuan kendaraan, khususnya sepeda motor, terlihat memadati area pelabuhan saat pemudik bersiap kembali ke Pulau Bali.
Berdasarkan data operasional ASDP per Selasa (24/3/2026), jumlah kendaraan roda dua yang menyeberang dari Ketapang menuju Gilimanuk tercatat mencapai 8.766 unit dalam sehari, dengan total keseluruhan roda dua sebanyak 8.779 unit. Angka ini menunjukkan peningkatan dibanding hari sebelumnya yang masih berada di kisaran 6 ribuan unit.
Lonjakan kendaraan ini sejalan dengan meningkatnya jumlah penumpang. Dalam satu hari, total penumpang yang menyeberang mencapai 50.803 orang, terdiri dari 49.181 penumpang dalam kendaraan dan 1.622 penumpang pejalan kaki.
Perbandingan arus juga terlihat mencolok antara Ketapang dan Gilimanuk. Dari Ketapang tercatat 14.831 kendaraan menyeberang, sementara dari arah sebaliknya hanya 7.141 unit. Kondisi ini menandakan arus balik menuju Bali mulai mendominasi.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry mengoperasikan hingga 31 armada kapal dengan total 211 trip pelayaran dalam sehari. Upaya ini dilakukan guna mempercepat proses bongkar muat dan mengurai antrean kendaraan.
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Yossianis Marciano, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi operasional untuk menghadapi puncak arus balik.
“Kami sudah mengoptimalkan jumlah kapal yang beroperasi dan meningkatkan frekuensi trip agar pelayanan tetap berjalan lancar serta tidak terjadi penumpukan kendaraan yang berlebihan di pelabuhan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengaturan jadwal keberangkatan menjadi kunci untuk menghindari kepadatan yang berpotensi terjadi di waktu tertentu.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dan tidak menumpuk di tanggal-tanggal tertentu, terutama menjelang akhir pekan. Ini penting agar distribusi kendaraan lebih merata,” jelasnya.
Menurutnya, pihak ASDP juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk kepolisian dan otoritas pelabuhan, guna memastikan kelancaran arus balik.
“Kami berkoordinasi secara intensif dengan seluruh stakeholder untuk memastikan arus kendaraan dan penumpang tetap terkendali. Semua skenario sudah disiapkan, termasuk jika terjadi lonjakan ekstrem,” tegas Yossianis.
Ia juga mengingatkan adanya potensi peningkatan kepadatan seiring kembali beroperasinya kendaraan logistik.
“Kami mengimbau pemudik untuk tidak melakukan perjalanan pada 28 Maret, karena ada potensi kepadatan. Terlebih kendaraan logistik akan kembali beroperasi mulai 29 Maret, sehingga volume lalu lintas dipastikan meningkat,” tambahnya.
Selain itu, masyarakat diminta memanfaatkan layanan digital yang telah disediakan untuk mempermudah proses penyeberangan.
“Gunakan layanan pembelian tiket secara online dan datang sesuai jadwal keberangkatan. Ini sangat membantu dalam mengurangi antrean di pelabuhan,” pungkasnya.
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H+2 Lebaran, jumlah penumpang yang menyeberang di lintasan Ketapang-Gilimanuk mencapai sekitar 900 ribu orang dengan total 264 ribu kendaraan. Angka tersebut meningkat sekitar 5 persen dibandingkan periode Lebaran tahun lalu.
Dengan tren yang terus meningkat, arus balik diperkirakan masih akan berlangsung padat dalam beberapa hari ke depan. Pemudik diimbau untuk tetap memantau kondisi lalu lintas dan mengikuti arahan petugas guna menjaga kelancaran perjalanan. (ep)

