
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Pengamatan atau rukyatul hilal di Pantai Pancur Taman Nasional (TN)Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, telah rampung dilaksanakan. Hasilnya, hilal tidak terlihat disebabkan tertutup awan mendung, Jumat (28/02/2025).
Pengamatan yang dilakukan Tim Falakiyah Kementerian Agama tidak menangkap adanya hilal. Selama hampir 20 menit tim melakukan pengamatan menggunakan teropong.
Dari hasil pengamatan itu, petugas pengamatan tak bisa melihat hilal di ufuk barat pantai Pancur TN Alas Purwo. Itu disebabkan karena proses pengamatan hilal tertutup awan mendung.
"Sudah kita laksanakan tadi proses rukyatul hilal yang hasilnya tidak ada satupun petugas melihat hilal dikarenakan tertutup awan mendung. Dan titik dimana hilal itu bisa terlihat juga tertutup awan mendung," ujar Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi Dr Chaironi Hidayat.
Kendati tak terlihat, lanjut Chaironi, pihaknya tetap melaporkan hasil pengamatan kepada Kemenag Jawa Timur untuk diteruskan ke Kementerian Agama RI. Sepenuhnya, ia mengimbau agar masyarakat tetap menanti hasil sidang isbat yang akan digelar malam ini.
"Tetap kami mengimbau kepada umat Islam untuk menanti keputusan pemerintah yang akan menggelar sidang Isbat yang akan digelar Kementerian Agama malam ini," tegasnya.
Selain tertutup awan mendung, derajat hilal yang diamati melalui Pantai Pancur titik elongasi berada di bawah 6,4 derajat. Seperti yang disampaikan Ketua Lembaga Falakiyah NU PCNU Banyuwangi Ghufron Mustofa.
"Hilal pada saat ini diperkirakan ketinggiannya lebih dari 3 derajat. Akan tetapi elongasi pada sore ini di Pantai Pancur masih sekitar 5 derajat belum sampai 6,4 derajat sesuai dengan standar yang telah ditentukan," jelasnya.
Ia menambahkan wilayah dengan titik elongasi di Indonesia untuk rukyatul hilal sejauh ini masih berada di wilayah Aceh. Namun tidak menggugurkan kewajiban rukyatul hilal yang ditugaskan oleh Kemenag RI.
"Meskipun titik elongasi yang ideal ada di Aceh namun kami tetap melaksanakan rukyatul hilal yang sudah ditugaskan oleh Kemenag RI," tegasnya. (ep)