Warga Dusun Sumberjo, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran Tanam Pohon Pisang di Jalan yang Rusak (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Warga bersama pemuda Dusun Sumberjo, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, menanam pohon pisang di tengah jalan kampung yang rusak. Aksi tersebut menjadi bentuk protes sekaligus upaya menagih kepastian perbaikan jalan yang dinilai sudah lama belum tertangani secara menyeluruh.
Pohon pisang itu dipasang pada Selasa (13/10/2026) malam. Warga berharap aksi tersebut menjadi perhatian pemerintah desa agar segera memberikan kepastian terkait rencana perbaikan jalan di wilayah mereka.
Ketua Pemuda Sumberjo, Nurul Huda, mengatakan pemasangan pohon pisang merupakan bentuk aspirasi warga terhadap kondisi jalan yang rusak. Menurutnya, masyarakat telah menantikan perbaikan jalan tersebut, terlebih sebelumnya sudah ada janji dari pihak pemerintah desa.
"Kami memasang pohon pisang ini sebagai bentuk aspirasi sekaligus untuk mengingatkan pemerintah desa terkait janji perbaikan jalan di Dusun Sumberjo. Kondisi jalan ini sudah lama rusak, tetapi sampai sekarang belum ada perbaikan secara menyeluruh," ujar Nurul Huda.
Dia menjelaskan, berdasarkan ingatan warga, perbaikan terakhir di ruas jalan tersebut dilakukan sekitar 10 tahun lalu. Namun, pengerjaannya hanya berupa pemasangan paving sepanjang kurang lebih 100 meter.
"Kalau tidak salah, perbaikan terakhir sekitar 10 tahun lalu, itu pun hanya pavingisasi sekitar 100 meter. Padahal, jalan ini menjadi salah satu akses masyarakat, termasuk menuju SMKN 1 Tegalsari dan Pondok Pesantren Mambaul Huda di Krasak," imbuhnya.
Menurut Nurul, jalan tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat sehari-hari, termasuk warga yang hendak menuju sekolah maupun pondok pesantren. Karena itu, warga berharap ada langkah nyata untuk menangani kerusakan jalan tersebut.
"Kami berharap pemerintah desa bisa memberikan perhatian lebih terhadap kondisi jalan ini. Warga tidak menuntut semuanya harus selesai sekaligus, tetapi setidaknya ada kepastian kapan perbaikan dilakukan, karena jalan ini digunakan masyarakat setiap hari," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Wringinagung, Kondang Suryaningrat, menjelaskan bahwa jalan di wilayah desanya sejatinya telah beberapa kali mendapatkan bantuan pengaspalan, yakni pada 2022, 2024, dan 2026.
Namun, dia menyebut keterbatasan anggaran membuat pembangunan infrastruktur tidak bisa dilakukan secara bersamaan di seluruh wilayah. Pemerintah desa harus membagi anggaran dengan menerapkan asas pemerataan agar kebutuhan dusun lainnya juga mendapat perhatian.
Menurut Kondang, pemangkasan anggaran desa pada tahun ini turut memengaruhi kemampuan pemerintah desa untuk merealisasikan pengaspalan di seluruh ruas jalan yang membutuhkan perbaikan.
Meski demikian, pemerintah desa berupaya mencari alternatif melalui koordinasi dengan anggota legislatif dari daerah pemilihan setempat. Salah satu upaya yang ditempuh yakni mengupayakan bantuan pavingisasi bagi ruas jalan yang belum tersentuh pengaspalan.
Kondang mengakui upaya tersebut masih terbatas. Kendati demikian, pemerintah desa mengaku tetap berusaha memaksimalkan sumber daya yang tersedia demi meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Aksi penanaman pohon pisang di Dusun Sumberjo itu pun menjadi sorotan atas persoalan infrastruktur jalan di tingkat desa. Warga berharap pemerintah desa tidak hanya memberikan penjelasan terkait keterbatasan anggaran, tetapi juga menyampaikan kepastian mengenai tahapan dan rencana penanganan jalan rusak tersebut. (ep)

