Antrean Truk Tujuan Bali di Ketapang Masih 10 Kilometer, Sopir: Kok Macet Terus?

1atvb.jpg Kemacetan di Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi pada September 2026 (Foto: BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Antrean panjang kendaraan, khususnya truk angkutan logistik tujuan Bali, masih terjadi di sekitar Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi. Hingga Selasa (29/9/2026) malam, ekor antrean kendaraan di jalan raya mengular sekitar 10 kilometer ke arah utara pelabuhan.


Kepadatan tak hanya terjadi di dalam kawasan pelabuhan. Antrean juga memenuhi ruas jalan akses menuju Pelabuhan Ketapang. Kendaraan pribadi dari arah Situbondo menuju Banyuwangi turut terdampak kemacetan.


Sejumlah truk yang mengangkut sembako dan sayuran dari Jawa menuju Bali juga harus ikut mengantre. Kondisi ini membuat waktu tempuh pengiriman bahan pangan ke sejumlah pasar di Pulau Dewata menjadi lebih lama.


Salah satu sopir angkutan sembako, Nuril, mempertanyakan kondisi antrean yang terus berulang. Menurutnya, aturan yang diterapkan semestinya bisa membuat pelayanan penyeberangan lebih lancar.


"Pie to peraturane? Kok macet dan terlambat terus," ujar Nuril.


Nuril juga menyebut dirinya tidak ingin menghitung kerugian yang timbul akibat lamanya kendaraan berada dalam antrean. Namun, menurutnya, nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah.


Untuk mempercepat penguraian antrean, pihak pelabuhan sebelumnya menggelar rapat koordinasi. Salah satu langkah yang disepakati yakni memangkas waktu bongkar muat kapal.


Waktu bongkar muat yang sebelumnya sekitar 35 menit ditargetkan dipercepat menjadi 15 menit. Kebijakan tersebut diterapkan khusus untuk membantu mengurai antrean kendaraan yang telah mengular ke jalan raya.


General Manager ASDP Ketapang, Media Syahrianto, mengatakan percepatan tersebut harus diterapkan sesuai hasil kesepakatan bersama.


"Jadi ini terkait permasalahan waktu, nanti kita terapkan dari 35 ke 15 menit, harus diterapkan. Dan semua sudah sepakat," kata Media.


Menurutnya, percepatan waktu bongkar muat membutuhkan dukungan dari para pengemudi. Ketertiban kendaraan sejak berada di area antrean dinilai penting agar proses pemuatan ke kapal dapat berlangsung lebih cepat.


"Kita mohon untuk teman-teman pengemudi menaati aturan sehingga memudahkan untuk memasukkan ke dalam antrean dan bisa dilakukan percepatan," jelasnya.


Upaya tersebut mulai berdampak terhadap panjang antrean meski belum sepenuhnya terurai. Sebelumnya, ekor kendaraan sempat mencapai sekitar 15 kilometer di jalan raya. Hingga Senin malam, antrean berangsur turun menjadi sekitar 10 kilometer.


Selain tingginya volume kendaraan, terutama truk tujuan Bali, lamanya proses bongkar muat serta pembatasan muatan kapal demi keselamatan pelayaran turut memengaruhi kepadatan.


Kondisi tersebut juga diperparah dengan belum beroperasinya dua dermaga di Ketapang dan Gilimanuk yang masih menjalani proses perbaikan.


ASDP saat ini mengoperasikan 26 kapal untuk membantu mempercepat pengangkutan kendaraan. Pengaturan arus kendaraan juga terus dilakukan agar antrean di jalan raya dapat segera berkurang.


Para pengguna jasa juga diminta tetap mengikuti arahan petugas dan tidak menyerobot antrean atau mengambil jalur berlawanan. Langkah tersebut diperlukan agar kepadatan tidak semakin meluas dan mengganggu arus lalu lintas di sekitar Pelabuhan Ketapang. (ep)