Petugas Damkar dan Pegawai Padamkan Bangunan di Kantor Dinkes Banyuwangi (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Bangunan arsip dan alat tulis kantor (ATK) milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di Jalan Letkol Istiqlah, Kelurahan Singonegaran, terbakar pada Selasa (29/9/2026). Api berhasil dipadamkan kurang dari 10 menit setelah petugas melakukan penanganan.
Kadis Damkarmat Banyuwangi Edy Supriyono mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 09.10 WIB. Laporan diterima petugas pada pukul 09.34 WIB dan armada langsung diberangkatkan.
"Begitu laporan kami terima, petugas piket langsung melakukan koordinasi dan menyiapkan personel, armada, serta peralatan untuk menuju lokasi," ujar Edy.
"Sesampainya di lokasi, anggota terlebih dahulu melakukan size up untuk melihat kondisi api, arah rambatan, dan potensi bahaya di sekitar bangunan. Setelah itu langsung dilakukan pemadaman," tambahnya.
Api kemudian disemprot secara bertahap dan terarah, baik pada bagian dalam maupun luar bangunan. Petugas juga memprioritaskan bagian-bagian yang berpotensi menjadi jalur perambatan api.
Menurut Edy, langkah tersebut dilakukan agar api tidak semakin meluas dan merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
"Yang menjadi perhatian kami tentu bagaimana api segera dikendalikan supaya tidak menjalar. Setelah api padam, petugas juga melakukan pendinginan dan penyisiran," katanya.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.45 WIB. Meski demikian, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Pemeriksaan atau overhaul dilakukan untuk memastikan tidak ada bara maupun sumber panas yang masih tersisa.
"Kami pastikan seluruh area diperiksa. Jangan sampai masih ada bara atau titik panas yang kemudian menimbulkan api kembali," terang Edy.
Bangunan yang terbakar berukuran sekitar 5 x 4 meter. Sejumlah barang di dalam bangunan berupa arsip dan ATK terdampak kebakaran.
Namun, beberapa barang berhasil diselamatkan, di antaranya unit komputer, printer, kipas, sound system, ATK dan sejumlah arsip.
Edy menyebut berdasarkan keterangan yang dihimpun petugas, sebelum kebakaran terjadi terdapat aktivitas pembakaran untuk membersihkan lahan di sisi timur area kantor Dinkes. Lokasi tersebut terdapat rumpun bambu dan berada di area terbuka di luar bangunan.
"Informasi awal yang kami dapatkan, sebelumnya memang ada aktivitas pembakaran untuk pembersihan lahan di sisi timur kantor. Tidak lama kemudian pegawai melihat adanya asap dan selanjutnya muncul kobaran api di bagian luar bangunan arsip," ungkapnya.
Pegawai Dinkes yang mengetahui kejadian tersebut kemudian berupaya melakukan pemadaman secara mandiri menggunakan peralatan yang tersedia. Namun, api cukup sulit dikendalikan.
Edy mengatakan keberadaan material mudah terbakar di sekitar lokasi turut membuat api cepat berkembang.
"Di sekitar bangunan terdapat material seperti kardus dan plastik yang mudah terbakar. Kondisi itu membuat api cepat berkembang dan kemudian masuk ke bagian bangunan arsip," ujarnya.
Melihat api semakin membesar, pihak Dinkes kemudian menghubungi Damkarmat Banyuwangi untuk meminta bantuan..
Setelah api benar-benar dinyatakan aman, petugas kembali melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada potensi bahaya yang dapat mengancam pegawai maupun warga di sekitar lokasi.
"Setelah pemadaman, kami lakukan pemeriksaan kembali di sekitar lokasi. Ini penting untuk memastikan tidak ada potensi api susulan maupun bahaya lain," kata Edy.
Edy menambahkan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Kerugian materiil sementara ditaksir sekitar Rp2 juta, meliputi kerusakan jendela serta beberapa arsip dan ATK.
"Alhamdulillah tidak ada korban, baik meninggal dunia maupun luka-luka. Kerugian sementara yang kami terima sekitar Rp2 juta," jelasnya.
Terkait penyebab kebakaran, Edy menegaskan pihaknya belum dapat memastikan sumber api. Tim masih melakukan pengumpulan informasi dan pemeriksaan di lokasi.
"Untuk sumber titik api dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Kami tidak ingin menyimpulkan sebelum proses pemeriksaan selesai," tegasnya.

