
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Bank tak melulu soal uang. Sampah pun bisa ditampung di bank sampah yang didirikan Roy Kurniawan (31), warga Dusun Darungan, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, Banyuwangi.
Didirikan sejak 2020, menampung ratusan nasabah yang setia menabung sampah. Ada yang ditukar uang kes, ada juga yang dibarter dengan perkakas rumah tangga.
Inovasi barter ini yang digemari pelanggan didominasi ibu rumah tangga itu. Menurut Roy, nasabahnya makin tertarik mengumpulkan sampah karena sistem barter yang diterapkan.
"Awal berdiri masih menggunakan sistem konvensional yaitu dengan membeli langsung. Tapi setelah sistem tabungan ini diterapkan dan sampah terkumpul ditukarkan dengan perkakas justru makin digemari," kata Roy, Senin (17/02/2025).
Bertahap, pelanggan pun bertambah. Dari yang semula meladeni ibu-ibu kampung sekarang merambah ke tetangga desa. Total, sudah ratusan nasabah jadi pelanggan tetap bank sampah milik Roy.
Pilihan barang barter pun bervariasi. Tergantung permintaan nasabah. Ini yang membuat pelanggan betah dan telaten mengumpulkan lalu menabung sampah.
"Tergantung nasabah kepinginnya tukar perkakas apa. Pokoknya tabungannya terkumpul dan seharga barang yang diminta," tambah Roy.
Untuk jenis sampah yang ditabung beragam. Didominasi sampah anorganik. Ada botol mineral, perabotan rumah tangga tak terpakai, sampai kardus yang diperoleh dari toko-toko.
Sampah itu kemudian dicatat kedalam buku besar. Sedangkan pelanggan, dikasih buku tabungan kecil yang memudahkan memantau arus sampah yang ditabung.
Roy juga menerapkan sistem jemput bola dalam usahanya ini. Pelanggan tinggal menyiapkan sampah untuk kemudian diambil dan ditimbang di lokasi penjemputan.
"Biasanya yang minta dijemput itu pelanggan tetangga desa. Untuk ibu-ibu kampung cukup datang ke lokasi," ungkap Roy.
Nasabah pun tak ditargetkan waktu maupun jumlah saat mengambil tabungannya. Mereka dipersilahkan mengambil sewaktu-waktu. Fleksibel tergantung permintaan nasabah.
"Ada yang baru 5 kg sudah diambil, ada juga yang sampai 100 kg baru diambil. Tak terbatas waktu dan jumlah," cetus Roy.
Tak hanya perkakas, masih kata dia, permintaan barter yang sedikit nyeleneh pernah dilayani. Saking besarnya tabungan, pelanggan minta barter tabung gas sampai semen.
"Ada pelanggan yang sudah banyak tabungannya minta tabung gas 3kg. Semen juga pernah. Kalau semen itu asalnya dari pelanggan toko yang menabung sampah kardus," jelasnya.
Kehadiran bank sampah ini tentunya jadi solusi penanganan sampah di kampung. Pelanggan mengaku terbantu karena permasalahan sampah acap kali bikin ribet.
"Sangat membantu sekali. Semula bingung mau dibuang kemana. Setelah ada bank sampah ini tinggal datang dan dicatat. Terus tabungannya bisa diganti perkakas," kata Rina Nurlia (29), salah satu nasabah.
“Sekarang semakin mudah untuk memilah dan menabung sampah. Kehadiran bank sampah ini sangat membantu. Semoga semakin banyak warga yang ikut berpartisipasi,” ujar Sutikno (49), warga Dusun Tegalyasan, Desa Tegalarum. (ep)