Pengunjung Mengambil Air di Sumur Mbah Mukhoir di Ponpes Darussalam Blokagung Banyuwangi (Foto: Eko/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi – Di tengah kompleks Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Banyuwangi, terdapat sebuah sumur tua yang hingga kini tak pernah sepi pengunjung. Sumur tersebut dikenal dengan nama Sumur Mbah Mukhoir, sumber air yang dipercaya memiliki khasiat menyembuhkan berbagai penyakit dan tak pernah kering meski kemarau panjang melanda.
Sumur Mbah Mukhoir berada di asrama Muawana dan telah ada sejak tahun 1960. Sumur ini pertama kali ditemukan oleh seorang santri bernama Mukhoir, yang akrab disapa Mbah Mukhoir. Penemuan sumur tersebut bermula dari pengalaman spiritual yang dialami Mbah Mukhoir melalui sebuah mimpi, yang kemudian menjadi awal dari kisah panjang sumur air “ajaib” ini.
Sejak pertama kali ditemukan, air dari sumur Mbah Mukhoir diyakini memiliki keistimewaan. Keyakinan itu terus hidup hingga kini, ditandai dengan ramainya santri, warga sekitar, hingga alumni pondok yang datang silih berganti untuk mengambil air dari sumur tersebut.
Salah satu santri Ponpes Darussalam, Maulana Hidayat, menceritakan bahwa sumur Mbah Mukhoir sejak dulu menjadi tumpuan kebutuhan air minum santri. Menurutnya, air dari sumur itu tak pernah habis meskipun digunakan secara intensif.
“Dulu air ini dipakai untuk kebutuhan santri. Walaupun musim kemarau panjang, airnya tetap ada. Bahkan pernah dikuras pakai pompa dan ditimba berkali-kali, tetap tidak pernah kering,” kata Maulana, Rabu (07/01/2026)
Keistimewaan lain dari air sumur Mbah Mukhoir adalah bisa langsung diminum tanpa dimasak atau melalui proses sterilisasi. Airnya jernih, tidak berbau, dan terasa nyaman di tenggorokan.
“Kalau air ledeng habis, santri langsung pakai air dari sumur ini. Bisa langsung diminum dan rasanya segar,” ujarnya.
Tak hanya santri yang masih mondok, alumni Ponpes Darussalam juga kerap menyempatkan diri mengambil air dari sumur Mbah Mukhoir saat berkunjung. Biasanya, air tersebut dibawa pulang untuk keluarga di rumah.
Hal itu disampaikan Asnanul Fauzi, santri asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Ia mengaku selalu mengambil air dari sumur Mbah Mukhoir setiap kali datang ke Blokagung, terutama saat momen haul pendiri Ponpes Darussalam, KH Mukhtar Syafaat.
“Setiap ke pondok, apalagi pas haul KH Mukhtar Syafaat, saya pasti ambil air ini. Biasanya saya bawa pulang untuk diminumkan keluarga di rumah,” kata Asnanul.
Momen haul KH Mukhtar Syafaat memang menjadi puncak ramainya pengunjung yang datang ke sumur Mbah Mukhoir. Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati kawasan pondok, dan banyak di antaranya tak lupa membawa pulang air sumur yang dipercaya penuh berkah tersebut.
Hingga kini, Sumur Mbah Mukhoir tetap terawat dan menjadi bagian dari sejarah spiritual Ponpes Darussalam Blokagung. Di tengah modernisasi dan perubahan zaman, sumur ini tetap menjadi simbol keyakinan, keberkahan, serta warisan kisah para santri yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Bagi sebagian orang, air sumur Mbah Mukhoir bukan sekadar air minum, melainkan pengingat akan nilai keikhlasan, doa, dan keyakinan yang tumbuh di lingkungan pesantren. (ep)

