Kebakaran Tempat Rongsokan di Rogojampi Banyuwangi, Kerugian Ditaksir Rp 40 Juta

1kbjb1.jpg Kebakaran Tempat Rongsokan di Pinggir Jalan Raya Rogojampi, Banyuwangi (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Kebakaran melanda tempat usaha rongsokan di Dusun Banje, Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, atau tepatnya utara perempatan Gladag, Jumat (16/10/2026) sore. Api membakar tumpukan barang bekas dengan luas area terdampak sekitar 21 x 12 meter. 


Kerugian materiil akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp 40 juta.Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi, Edy Supriyono, menyampaikan bahwa pihaknya langsung menerjunkan anggota usai mendapat laporan.


“Begitu laporan masuk, petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Prioritas kami adalah mengendalikan api agar tidak semakin meluas dan mengamankan area di sekitar titik kebakaran,” kata Edy.


Petugas mulai melakukan pemadaman pukul 17.01 WIB. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.04 WIB. Meski demikian, personel masih melakukan penanganan lanjutan hingga kegiatan di lokasi dinyatakan selesai pada pukul 20.22 WIB.


Edy menjelaskan, tempat usaha rongsokan memiliki beragam material yang berpotensi mempercepat perambatan api. Barang-barang seperti kardus dan plastik, apabila terkena api, dapat membuat kebakaran berkembang dengan cepat, terutama ketika kondisi angin mendukung penyebaran api.


“Material yang menumpuk di lokasi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan saat penanganan. Petugas harus memastikan api terkendali dan tidak merambat ke bagian lain, termasuk material yang masih bisa diselamatkan,” jelasnya.


Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun di lokasi, kobaran api pertama kali diketahui Suwandi, warga yang tinggal tidak jauh dari tempat rongsokan. Ia kemudian meminta bantuan warga untuk melakukan pemadaman awal dan menghubungi anak pemilik usaha rongsokan tersebut.


Hasil investigasi awal menunjukkan api pertama kali terlihat di sisi timur lokasi, tepatnya di sekitar pohon kapuk. Api diduga membesar dan merambat akibat tiupan angin serta keberadaan material yang mudah terbakar. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.


Menurut Edy, penanganan kebakaran tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pada upaya penyelamatan barang yang masih memungkinkan untuk diamankan.


“Dalam setiap kejadian, petugas berupaya memadamkan api sekaligus menyelamatkan aset yang masih bisa dijangkau dengan aman. Keselamatan personel dan masyarakat tetap menjadi perhatian utama,” katanya.


Dalam peristiwa tersebut, sebagian barang rongsokan di sisi utara berhasil diselamatkan. Nilai aset yang terselamatkan diperkirakan mencapai Rp 15 juta, sedangkan kerugian akibat barang yang terbakar ditaksir sekitar Rp 40 juta.


Sebanyak 12 personel Damkarmat diterjunkan dalam penanganan kebakaran tersebut. Tim mendapat dukungan dari Sektor Srono, Regu Brama 1, Bidang Pemadaman dan Penyelamatan, serta Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar). BPBD, TNI, Polri, perangkat kecamatan, dan warga juga turut membantu penanganan di lokasi.


Edy mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya pada tempat penyimpanan barang bekas yang memiliki banyak material mudah terbakar. Penataan barang dan pengawasan lingkungan menjadi langkah pencegahan yang perlu diperhatikan pemilik usaha.


“Petugas harus memastikan penanganan berjalan tuntas dan kondisi lokasi aman sebelum meninggalkan tempat kejadian,” tegasnya.


Tidak ada korban meninggal dunia maupun korban luka yang tercatat dalam laporan Damkarmat. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. (ep)