Usai Dievakuasi Damkarmat, Kukang Jawa Diserahkan ke BKSDA untuk Penanganan Lanjutan (Foto: Eko/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) yang ditemukan tersengat listrik di Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, akhirnya diserahkan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Satwa yang dilindungi undang-undang tersebut sebelumnya mengalami luka bakar setelah diduga tersengat jaringan listrik pada Kamis (15/10/2026) malam.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi, Edy Supriyono, mengatakan kukang tersebut telah mendapatkan penanganan awal sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi satwa pascakejadian sekaligus menentukan langkah penanganan berikutnya.
“Setelah dilakukan penanganan awal, kukang Jawa tersebut selanjutnya menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan guna mengetahui kondisi kesehatannya pascakejadian,” kata Edy, Sabtu (17/10/2026).
Setelah pemeriksaan, kukang tersebut kemudian dibawa dan diserahkan kepada BBKSDA untuk mendapatkan perawatan serta tindak lanjut sesuai ketentuan konservasi satwa liar.
Penyerahan itu dilakukan setelah petugas Damkarmat berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan satwa tersebut memperoleh penanganan yang sesuai.
Sebelumnya, identitas satwa yang ditemukan warga sempat menimbulkan tanda tanya karena bentuk fisiknya dianggap tidak biasa. Kepastian bahwa hewan tersebut merupakan jenis kukang disampaikan Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jatim IV Banyuwangi, drh. Risa Isna Fahziar.
Risa menjelaskan, hasil observasi terhadap bentuk fisik satwa menunjukkan sejumlah karakteristik yang mengarah pada kukang (Nycticebus sp.). Identifikasi dilakukan dengan mengamati bagian tubuh, mulai dari telinga, jari, struktur anggota gerak, hingga karakteristik rambutnya.
“Dari hasil observasi, tipe daun telinganya membulat, pendek, dan tebal yang mengindikasikan khas primata. Tipe jarinya merupakan penggenggam yang difungsikan untuk berjalan di ranting pohon,” ungkap Risa.
Ia menambahkan, bentuk anggota gerak satwa tersebut juga memperkuat dugaan identifikasi sebagai kukang. Struktur paha dan lengan terlihat berotot, sesuai fungsinya untuk memanjat serta berpegangan pada dahan pohon.
Selain itu, karakteristik rambutnya turut menjadi salah satu petunjuk dalam proses identifikasi.
“Ciri-ciri fisik tersebut mengarah kuat pada spesies Nycticebus sp. atau kukang,” jelasnya. (ep)

