
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Belasan kapal tak diperbolehkan berlayar di Selat Bali sementara waktu sampai selesai menjalani inspeksi dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan. Tak diizinkannya berlayar belasan kapal itu diduga memicu antrean panjang di Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi, Rabu (16/07/2025).
Penundaan berlayar itu tertuang dalam surat yang dikeluarkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Tanjungwangi tertanggal 14 Juli 2025. Tertulis di surat tersebut 15 kapal tak diperbolehkan berlayar sampai kondisinya dinyatakan laik layar.
"Tim Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal Direktorat Jenderal Perhubungan Laut merekomendasikan 15 kapal yang saat ini beroperasi di Pelabuhan Penyeberangan Katapang-Gilimanuk untuk ditunda keberangkatannya sampai dengan dilakukan perbaikan serta memenuhi seluruh rekomendasi tersebut dan selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan ulang sampai seluruh temuan dapat dipenuhi dan kapal dalam kondisi laik layar," bunyi petikan surat yang ditandangi Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Tanjungwangi Capt. Purgana seperti dilihat media ini, Rabu (16/7/2025).
Merujuk surat tersebut, KMP Tunu Pratama Jaya masuk dalam daftar 15 kapal yang tak diperbolehkan berlayar sementara waktu di Selat Bali. Berikut daftar 15 kapal yang tak diperbolehkan berlayar sementara waktu di Selat Bali:
1. KMP Tri Sakti Adinda milik perusahaan PT Tri Sakti Lautan Mas. Kapal ditunda keberangkatan sampai dilakukan perbaikan dan memenuhi semua rekomendasi.
2. KMP SMS Swakarya milik PT Lintas Sarana Nusantara. Ditunda keberangkatannya sampai melakukan perbaikan dan memenuhi seluruh rekomendasi.
3. KMP Pancar Indah dari perusahaan PT Pel. Makmur Bersama. Ditunda keberangkatannya sampai dilakukan perbaikan dan memenuhi semua rekomendasi.
4. KMP Tunu Pratama Jaya 3888 milik PT Raputra Jaya ditunda keberangkatannya sampai dilakukan perbaikan dan memenuhi semua rekomendasi.
5. KMP Tunu Pratama Jaya 5888 milik PT Raputra Jaya ditunda keberangkatannya sampai dilakukan perbaikan dan memenuhi semua rekomendasi.
6. KMP Agung Samudera IX milik PT Pelayaran Agung Samudera ditunda keberangkatannya sampai dilakukan perbaikan dan memenuhi semua rekomendasi.
7. KMP Liputan XII milik PT Segara Luas Sukses Abadi ditunda keberangkatannya sampai dilakukan perbaikan dan memenuhi semua rekomendasi.
8. KMP Jambo VI dari PT Duta Bahari Menara Line ditunda keberangkatannya sampai dilakukan perbaikan dan memenuhi semua rekomendasi.
9. KMP Karya Maritim I milik PT Karya Maritim Indonesia ditunda keberangkatannya sampai dilakukan perbaikan dan memenuhi semua rekomendasi.
10. KMP Karya Maritim II milik PT Karya Maritim Indonesia ditunda keberangkatannya sampai dilakukan perbaikan dan memenuhi semua rekomendasi.
11. KMP Munic V milik PT Munic Line ditunda keberangkatannya sampai dilakukan perbaikan dan memenuhi semua rekomendasi.
12. KMP Perkasa Prima 5 milik PT PT Pel. Makmur Bersama harus segera dok dan memenuhi seluruh rekomendasi.
13. KMP Trans Jawa 9 milik PT Pel. Makmur Bersama harus segera dok dan memenuhi seluruh rekomendasi.
14. KMP Samudera Utama milik PT Pelayaran Sadena Mitra Bahari ditunda keberangkatannya sampai dilakukan perbaikan dan memenuhi seluruh rekomendasi.
15. KMP Jalur Nusa milik PT Munic Line ditunda keberangkatannya sampai dilakukan perbaikan dan memenuhi seluruh rekomendasi.
Imbas pelarangan ini diduga memicu kemacetan kendaraan di sepanjang jalan depan Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi. Kemacetan yang terjadi sejak Rabu (16/7) dinihari itu mengekor sejauh 5 kilometer disesaki kendaraan truk besar.
Kemacetan makin parah lantaran adanya aksi blokade yang dilakukan sejumlah truk logistik di pintu keluar pelabuhan. Blokade dilakukan menyusul berkurangnya jumlah kapal yang berlayar di dermaga LCM.
Biasanya, dermaga tersebut dilayani oleh 15 kapal. Namun pada hari itu, hanya dua kapal yang beroperasi hingga siang.
Sejak pukul 10.30 WIB tidak ada pemberitahuan aktivitas bongkar dan muat kapal. Imbasnya arus kendaraan keluar masuk terhambat dan pelabuhan Ketapang nyaris lumpuh.
"Kami sudah 2 hari tidak bisa jalan karena tidak ada kapal, bahkan ada yang 3 hari," tegas Agus, salah satu sopir truk. (ep)