Banyuwangi Jadi Tuan Rumah Ajang Balap Mini 4WD Bertajuk Standart Tamiya Box (STB) Up Class (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Deru mesin dinamo dan riuh sorak sorai supporter meriahkang GOR Tawangalun, Banyuwangi. Akhir pekan ini, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa tersebut resmi menjadi tuan rumah ajang balap Mini 4WD bergengsi bertajuk Standart Tamiya Box (STB) Up Class yang digelar pada 7-8 Februari 2026.
Kegiatan yang membangkitkan memori masa kecil ini bukan sekadar mainan biasa. Terbukti, sebanyak 28 tim dengan total sekitar 75 peserta dari berbagai penjuru daerah turut ambil bagian. Mereka datang membawa amunisi mobil Mini 4WD terbaik yang sudah disetel sedemikian rupa untuk melahap lintasan sirkuit yang menantang.
Ketua Panitia Penyelenggara, Albert Wijaya, mengungkapkan bahwa ajang STB Class ini merupakan wadah krusial untuk mempererat tali silaturahmi antar penghobi Tamiya. Menurutnya, komunitas ini sangat solid dan kerap melakukan perjalanan lintas provinsi demi menyalurkan hobi yang sama.
"Jadi ini merupakan ajang silaturahmi kita. Tak jarang kita juga main ke Surabaya, Bali, hingga Lombok untuk mengikuti kegiatan Tamiya di sana," ujar Albert, Sabtu (7/2/2026).
Antusiasme tahun ini disebutnya mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Jika menilik data tahun 2024, peserta yang ikut serta hanya berkisar 15 tim. Setelah sempat vakum mengadakan kegiatan lokal pada tahun 2025 karena fokus mengikuti kompetisi di luar daerah, kini peminatnya justru meledak di tahun 2026.
"Di tahun 2024 hanya 15 tim, dan 2025 kita off kegiatan namun justru kita main di luar daerah. Dan di 2026 ini ada peningkatan menjadi 28 tim yang mendaftar," imbuh Albert.
Kompetisi kali ini fokus pada kategori STB Up Class, di mana regulasi modifikasi unit mobil dibatasi dengan ketat sesuai standar pabrikan. Hal ini bertujuan agar persaingan lebih menitikberatkan pada teknis perakitan dan strategi, bukan sekadar adu mahal komponen.
"Fokusnya adalah Standart Tamiya Box, jadi tidak terlalu banyak perubahan. Termasuk dinamo, ukuran roller, hingga roda sudah ada standarnya masing-masing," pungkasnya. Meski standar, biaya untuk menyiapkan satu unit mobil ready to race di kelas ini diperkirakan mencapai kisaran Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta.
Peserta yang hadir datang dari berbagai latar belakang geografis. Tercatat ada 4 tim dari Surabaya, 1 tim dari Probolinggo, 1 tim dari Bali, 1 tim dari Lombok, dan 2 tim dari Jember. Sebagai tuan rumah, Banyuwangi mendominasi dengan mengirimkan 8 tim terbaiknya untuk mempertahankan gengsi lokal.
Beberapa tim ternama pun terpantau ikut memanaskan persaingan. Tim raksasa asal Surabaya, Gigi Sehat, tampak hadir di paddock. Tak mau kalah, tim kebanggaan warga lokal seperti TB Jaya Poll x Delima Racing juga turun ke lintasan untuk menjajal sirkuit yang memiliki rintangan Table Top dan Slope Gunung yang cukup menyulitkan.
Eksistensi Mini 4WD kini semakin kuat setelah resmi masuk dalam naungan Ikatan Motor Indonesia (IMI) sejak September 2021. Diakui sebagai cabang olahraga (cabor) otomotif, Mini 4WD bahkan sukses dipertandingkan sebagai cabang eksibisi pada PON XXI 2024 lalu. Di Banyuwangi sendiri, gairah ini terus dijaga melalui kopi darat rutin di wilayah Srono setiap satu minggu sekali. (*)

