OPINI: Potensi Besar, Perhatian Kecil, Nasib Masyarakat Sarongan dan Kandangan Terlambat Diurus Oleh: Dwi Purnomo*

1kandd.jpg Foto Dwi Purnomo dengan Latar Pantai Teluk Hijau di Desa Sarongan, Kec. Pesanggaran, Banyuwangi (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Desa Sarongan dan Kandangan di ujung selatan Kabupaten Banyuwangi sebenarnya memiliki segudang potensi yang layak dikembangkan. Secara geografis dan sosial, kedua desa ini dikenal sebagai daerah agraris dengan lahan pertanian yang produktif, dan potensi wisata alam yang masih alami. 


Namun sayangnya, kondisi infrastruktur dan layanan dasar yang buruk justru menjadi hambatan utama peningkatan kesejahteraan masyarakat, jauh dibandingkan wilayah lain di Banyuwangi yang lebih mendapat perhatian.


1. Pertanian

Di Desa Kandangan, tanah produktif digunakan untuk pertanian padi, buah naga, kelapa, sayuran hingga perkebunan karet, dan tebu di area PTPN XII menandakan basis ekonomi utama masyarakat adalah sektor agraris. 


Potensi ini bisa menjadi fondasi kuat untuk meningkatkan ekonomi lokal melalui agrowisata atau industri hilir pertanian. Namun, sayangnya dukungan pemerintah daerah untuk konektivitas pasar, fasilitas pengolahan hasil pertanian, dan promosi produk lokal masih minim, sehingga potensi ini belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat.


2. Wisata Alam

Desa Sarongan menyimpan potensi wisata yang indah seperti Wisata Muara Mbaduk, yang dikenal dengan pemandangan pantai dan menikmati sunset. Namun fakta di lapangan justru menunjukkan kendala serius dalam pengelolaan destinasi ini. Misalnya, penumpukan sampah kiriman di pantai yang mengganggu kenyamanan wisatawan, dan belum adanya sistem pengelolaan lingkungan yang memadai oleh pemerintah daerah atau pengelola wisata formal. 


Hal Ini mengindikasikan bahwa potensi wisata yang sebenarnya bisa menjadi sumber pendapatan masyarakat justru tidak ditangani secara profesional dan terencana oleh pemerintah kabupaten.


3. Infrastruktur Fisik yang Kurang Mendukung

Salah satu indikator nyata kurangnya perhatian pemerintah adalah kondisi akses jalan ke wilayah desa yang masih sulit, terjal, dan rawan kecelakaan. Banyak jalan desa yang kerap mengalami kerusakan parah di kala hujan serta sehingga mobilitas ekonomi masyarakat terganggu. Bahkan warga sampai harus menggalang donasi untuk pembangunan jalan secara mandiri, hal ini menunjukkan bahwa masyarakat lebih peduli ketimbang pejabat. 


4. Layanan Dasar Tidak Stabil

Kasus pemadaman listrik hingga puluhan jam pernah terjadi di Sarongan dan Kandangan, bahkan sampai 42 jam tanpa aliran listrik dan penyebabnya belum jelas karena PLN acuh. Peristiwa ini mengakibatkan kerugian bagi usaha warga, seperti lampu pada rumah dan tanaman buah naga yang tidak berfungsi karena mati listrik. 


Ini menunjukkan ketidakstabilan layanan dasar listrik yang sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan produktivitas warga, tetapi upaya untuk penanggulangan dan perbaikan oleh pihak terkait tetap dirasakan lambat.


5. Ketimpangan Pembangunan dalam Kabupaten

Jika dibandingkan dengan kawasan lain di Banyuwangi yang mengalami percepatan pembangunan wisata (misalnya Desa Kemiren yang bahkan masuk 50 besar desa wisata terbaik di Indonesia), perhatian terhadap Sarongan dan Kandangan terasa kurang.


Sementara itu, potensi wisata dan agraris di wilayah ini sebenarnya bisa menjadi sumber pendapatan alternatif dan pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan bila didukung dengan pendekatan pembangunan holistik, mulai dari infrastruktur, pengelolaan destinasi, hingga pemasaran yang baik.


Sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memberi perhatian lebih serius kepada desa-desa ini, dengan strategi pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan potensi lokal, bukan hanya pembangunan simbolis. Tanpa itu, potensi besar akan terus menjadi janji yang tak kunjung terwujud menjadi kemakmuran. (*)

*Dwi Purnomo, Pemuda Desa Kandangan