Dispendik Banyuwangi Siapkan Beasiswa B-Pro 2027, Prioritaskan Dokter Spesialis dan Jurusan Kesehatan

1ceen.jpg Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat Tinjau Cek Kesehatan Gratis (Foto: Nanda/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi menyiapkan program beasiswa Banyuwangi Progresif (B-Pro) untuk perkuliahan tahun 2027. Program ini memprioritaskan mahasiswa jurusan kedokteran dan bidang kesehatan guna mendukung penguatan layanan kesehatan di daerah.


Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengatakan beasiswa tersebut ditujukan untuk membantu putra-putri Banyuwangi yang sedang menempuh pendidikan tinggi, terutama di bidang kesehatan.


“Program beasiswa ini membantu putra-putri Banyuwangi yang saat ini menempuh pendidikan tinggi, utamanya mereka yang kuliah di jurusan kesehatan dan kedokteran. Namun tetap ada untuk jurusan lainnya,” ujar Ipuk.


Pendaftaran beasiswa untuk perkuliahan tahun 2027 direncanakan dibuka mulai April 2026. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang sedang menempuh kuliah minimal semester tiga.


Menurut Ipuk, prioritas pada bidang kesehatan terutama dokter spesialis dilakukan karena menyesuaikan kebutuhan tenaga kesehatan di Banyuwangi.


Terdapat 12 jurusan dokter spesialis yang menjadi bagian dari program beasiswa ini, di antaranya spesialis jantung, saraf, urologi, THT, orthopedi dan traumatologi, penyakit dalam, kedokteran fisik dan rehabilitasi, kedokteran jiwa, spesialis mata, bedah mulut dan maksilofasial, dokter gigi spesialis konservasi gigi, serta dokter gigi spesialis bedah mulut dan maksilofasial.


“Melalui beasiswa ini diharapkan banyak dokter spesialis, yang akan mengiisi fasilitas kesehatan di Banyuwangi, untuk meningkatkan pelayananan kesehatan masyarakat,” kata Ipuk.


Selain dokter spesialis, beasiswa Banyuwangi Progresif juga dibuka untuk jurusan kesehatan lainnya seperti apoteker, ahli gizi, ahli sanitasi, bidan, dan perawat.


“Khusus untuk bidan, perawat, dan apoteker, kami prioritaskan untuk mereka yang nantinya bersedia mengabdi di daerah terluar Banyuwangi. Untuk itu kami mengajak mahasiswa yang berasal dari daerah tersebut untuk mendaftar dan menjadi prioritas kami,” ujar Ipuk.


Di luar bidang kesehatan, program ini juga membuka kesempatan bagi mahasiswa dari jurusan lain yang dinilai sesuai kebutuhan daerah, seperti teknologi produksi tanaman pangan, teknik dan infrastruktur, ekonomi kreatif dan pariwisata, pendidikan, serta ilmu sosial.


Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Alfian menambahkan bahwa beasiswa Banyuwangi Progresif diperuntukkan bagi warga Banyuwangi yang sedang menempuh pendidikan tinggi.


Setelah menyelesaikan pendidikan, penerima beasiswa diwajibkan mengabdi di Banyuwangi minimal dua kali masa pemberian beasiswa ditambah satu tahun.


“Untuk komponen beasiswanya terdiri atas uang kuliah tunggal (UKT), biaya hidup, biaya buku, riset, praktik. Pemberian beasiswa sejak lolos seleksi hingga lulus pendidikan semester 12 untuk kedokteran, dan semester 8 untuk jurusan lainnya,” terang Alfian. 


Adapun Jurusan Beasiswa Banyuwangi Progresif di antaranya Dokter Spesialis: Spesialis Jantung, Spesialis Saraf, Spesialis Urologi, Spesialis THT, Spesialis Orthopedi dan Traumatologi, Spesialis Penyakit Dalam, Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, Spesialis Kedokteran Jiwa, Spesialis Mata, Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial, Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi, Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial


Jurusan Kesehatan: Apoteker, Ahli gizi, Ahli Sanitasi, Bidan dan Perawat. Jurusan Lainnya: Teknologi produksi Tanaman Pangan, Teknik dan Infrastruktur, Ekonomi Kreatif dan Pariwisata, Pendidikan, dan Ilmu Sosial. (rq)