Angkat Potensi Hortikultura, Desa Kaliploso Banyuwangi Kembali Gelar KHC 2026

1uyvayub.jpg Kaliploso Horti Carnival (KHC) 2026 (Foto: Silvi/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Gelaran Kaliploso Horti Carnival (KHC) 2026 yang memasuki pelaksanaan tahun ke-6 dengan mengusung tema "Kirim Leluhur dan Gerakan Kebudayaan serta Ekonomi Kreatif" sukses dilaksanakan di Lapangan Desa Kaliploso, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (06/09/2026). Hasil bumi berupa sayur-sayuran hingga buah-buahan tertata rapi dan dihias sebagai bagian utama dalam penyelenggaraan ini.


​​Rangkaian kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut diawali dengan upacara adat selametan sebagai wujud penghormatan Kirim Leluhur. Warga dari berbagai RW di Desa Kaliploso hadir dengan membawa bernagai ubarampe tradisi seperti kue apem dan ayam ingkung untuk didoakan secara bersama sebelum dibagikan kepada masyarakat.


​Agenda berlanjut pada gelaran seni dan budaya. Pembukaan panggung hiburan ditandai dengan parade belasan talent Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) di sekeliling panggung utama, yang kemudian disusul oleh penampilan tari nusantara berbusana adat Sabang sampai Merauke oleh peserta lintas generasi, mulai dari usia anak-anak hingga lansia.


​Hadir mewakili Bupati Banyuwangi, Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Pemerintahan, Alief Rachman Kartiono, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara ini. Beliau menilai konsep acara yang selalu dinamis berpotensi untuk diusulkan masuk ke dalam kalender resmi Banyuwangi Festival.


​"Kegiatan ini kalau tidak salah setiap tahun temanya berubah. Ini luar biasa, jadi teman-teman Asosiasi Kepala Desa barangkali ini bisa jadi rujukan untuk desa yang lain, sehingga nanti bisa kita upgrade dan masuk dalam rangkaian Banyuwangi Festival," kata Alief.


​Alief menegaskan bahwa Desa Kaliploso merupakan pusat komoditas hortikultura di wilayah Banyuwangi Selatan. Melalui KHC 2026, Pemkab Banyuwangi mendorong para petani lokal agar tidak hanya bertindak sebagai produsen, tetapi juga mampu mengemas dan memasarkan produknya secara digital hingga menembus pasar ekspor.


​Menyambut hal tersebut, Kepala Desa Kaliploso, Rudi Hartono, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai wadah kolaborasi lintas sektor di tingkat desa sekaligus media edukasi budaya bagi masyarakat.


​"Kegiatan ini memang diproyeksikan untuk menjadi satu ajang kolaborasi antar semua pihak para pelaku seni, pelaku UMKM, masyarakat, petani, pedagang, dan semuanya. Kita ingin mengenalkan satu budaya yang dulu dialami oleh para generasi di atas kita, agar generasi sekarang mengenal dan berkenan untuk nguri-uri atau melestarikan tradisi tersebut," ungkap Rudi.


Sebagai penutup rangkaian acara, masyarakat dan tamu undangan terlebih dahulu bersama-sama menerbangkan puluhan lampion ke udara. Suasana malam puncak KHC 2026 kemudian diakhiri dengan tradisi mengambil hasil pertanian lokal yang disusun pada tumpeng hasil bumi oleh masyarakat setempat. (sf)