Ritual Adat Keboan Aliyan Tahun 2026 (Foto: Tanti/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Suasana Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, berubah semarak sekaligus sakral saat puluhan petani “menjelma” layaknya kerbau dalam Ritual Adat Keboan Aliyan, Minggu (21/06/2026). Tradisi khas masyarakat Osing yang digelar setiap memasuki bulan Suro itu kembali menarik perhatian ribuan warga dan wisatawan yang memadati sepanjang jalur prosesi.
Ritual Keboan merupakan warisan budaya masyarakat Osing yang telah berlangsung secara turun-temurun. Meski disebut Keboan, prosesi ini tidak menggunakan kerbau sungguhan. Para peserta merupakan petani keturunan sesepuh Desa Aliyan yang menjalani ritual hingga bertingkah menyerupai kerbau.
Sejak pagi, rangkaian acara diawali dengan selamatan di empat penjuru desa. Selanjutnya, para peserta mengikuti prosesi Ider Bumi dengan berkeliling desa melewati empat penjuru mata angin sambil diiringi tabuhan musik tradisional Banyuwangi.
Selama prosesi berlangsung, para “kerbau” memperagakan berbagai aktivitas pertanian, mulai dari membajak sawah, mengairi lahan, menebar benih padi, hingga berguling dan mandi di kubangan lumpur. Atraksi tersebut menjadi simbol kehidupan agraris masyarakat Osing yang sangat erat dengan aktivitas bercocok tanam.
Bagi masyarakat Desa Aliyan, Ritual Keboan bukan sekadar pertunjukan budaya. Tradisi ini menjadi ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh selama setahun sekaligus doa agar musim tanam berikutnya membawa keberkahan, hasil panen melimpah, serta keselamatan bagi seluruh warga desa.
Kemeriahan ritual juga terlihat dari berbagai ornamen hasil bumi yang menghiasi sepanjang jalur prosesi. Hasil panen tersebut ditata sebagai simbol kemakmuran sekaligus bentuk rasa syukur masyarakat atas kehidupan desa yang aman dan sejahtera.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi, Suratno, mengapresiasi masyarakat Desa Aliyan yang terus menjaga tradisi leluhur hingga tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
“Ini merupakan rasa syukur bahwa Desa Aliyan tetap aman, nyaman, dan tenteram,” kata Suratno.
Ritual Adat Keboan Aliyan menjadi salah satu agenda budaya tahunan Banyuwangi yang tidak hanya memiliki nilai spiritual bagi masyarakat Osing, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya yang setiap tahun menyedot perhatian pengunjung dari berbagai daerah. (*)

