Banyuwangi Nihil Kasus Campak dan Rubella

ccck.jpg Ilustrasi AI (Foto: BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Banyuwangi mencatatkan nihil kasus campak dan rubella disaat wilayah Madura dinyatakan kejadian luar biasa (KLB) campak. Kondisi itu tak lepas dari tercapainya imunisasi Measles-Rubella (MR) sebesar 63 persen hingga Agustus 2025.


Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi, Amir Hidayat menyebut sempat ada temuan kasus positif di awal 2025. Namun berhasil tertangani berkat penanganan yang cepat dan tepat.


“Sempat muncul satu kasus positif dan tiga suspek awal tahun 2025, seluruhnya cepat tertangani dan telah sembuh,” kata Amir.


Pasca temuan itu, masih kata dia, tim kesehatan diterjunkan melakukan pemantauan ketat. Tak terkecuali kepada pihak-pihak yang berkontak langsung dengan suspek tersebut.


"Tim melakukan pemantauan ketat termasuk melakukan tracing kontak kepada orang sekitar, termasuk melakukan isolasi. Tentu saja itu ditunjang dengan cakupan imunisasi MR yang juga terus dimasifkan," tegasnya.


Amir menambahkan salah satu upaya menekan penyebaran penyakit campak dan rubella itu adalah dengan memperkuat imunitas kolektif. Apabila imunitas kolektif tinggi, meskipun ada satu orang tertular, maka penularannya bisa dicegah. 


Akan tetapi jika imunitas kolektif rendah, resiko penyebaran bisa lebih besar. 


Untuk itu, upaya meningkatkan pemberian imunisasi MR terus dimasifkan hingga mencapai 100 persen. Sedangkan untuk cakupan imunisasi dasar di Banyuwangi tahun 2024 sudah mencapai 94,93 persen atau melampaui target minimal 90 persen dari provinsi.


“Ini akan kita terus dorong supaya minimal dalam waktu dekat ini bisa mencapai lebih dari 60 persen, dan estimasi di akhir 2025 ini bisa mencapai target 95 persen, kalau target dari provinsi itu cukup 90 persen,” terang Amir.


“Target kita adalah tidak ada anak yang terlewat vaksinasi imunisasi, khususnya MR. Karena ini kunci utama mencegah penularan,” imbuhnya. (ep)