Tangkapan Layar Video dari Pasien Puskesmas Karangsari Bernama Suharto di Kec. Sempu, Banyuwangi (Foto: TT/suhart956)
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi – Suharto, warga Dusun Nganjukan, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, mengaku kecewa terhadap pelayanan kesehatan yang ia terima saat berobat sakit gigi di Puskesmas Karangsari. Peristiwa itu dialaminya pada Selasa (13/01/2026).
Suharto datang ke Puskesmas Karangsari dengan membawa kartu kepesertaan BPJS Kesehatan untuk mendapatkan layanan pengobatan gratis. Namun, setibanya di lokasi, ia diarahkan ke Puskesmas Gendoh karena di Puskesmas Karangsari tidak tersedia dokter gigi.
“Katanya dokter gigi tidak ada, jadi saya dirujuk ke Puskesmas Gendoh,” ujar Suharto, Kamis (15/01/2026).
Berbekal surat rujukan, Suharto kemudian menuju Puskesmas Gendoh dan mendapatkan penanganan dari dokter gigi. Setelah pemeriksaan, ia diminta kembali ke Puskesmas Karangsari untuk mengambil obat sesuai arahan tenaga medis di Puskesmas Gendoh.
Namun, saat kembali ke Puskesmas Karangsari dan menunjukkan keterangan dari Puskesmas Gendoh, Suharto mengaku tidak langsung mendapatkan obat. Ia justru menerima penjelasan panjang yang menurutnya bernada ceramah.
“Saya malah diberi penjelasan panjang, bukan obat. Ada ucapan petugas yang saya anggap kurang pantas dan membuat saya tersinggung,” ungkapnya.
Karena tak kunjung memperoleh obat yang dibutuhkan, Suharto akhirnya memilih meninggalkan puskesmas tanpa membawa obat apa pun. Ia pun terpaksa membeli obat sendiri di apotek.
Merasa tidak mendapatkan pelayanan sebagaimana mestinya, Suharto berharap kejadian serupa tidak dialami warga lain dan pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas bisa lebih maksimal, khususnya bagi peserta BPJS Kesehatan. (ep)

