Tiga Pelajar SMP Queen Ibnu Sina Genteng Berhasil Juara Language Olympiade Festival 2025 di Poliwangi (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Konsistensi SMP Queen Ibnu Sina Genteng, Banyuwangi dalam membina generasi muda melalui pendidikan berbasis pesantren kembali membuahkan hasil. Melalui program unggulan Takhossus SAKTI (Sains, Arab, Kitab Kuning, Tahfidzul Quran, Inggris), para pelajar lembaga di bawah naungan Pondok Pesantren Ibnu Sina Genteng, asuhan KH. Masykur Ali, berhasil mengukir prestasi pada ajang nasional.
Pada Oktober 2025, SMP Queen Ibnu Sina berpartisipasi dalam Language Olympiade Festival (LOF#6), kompetisi bahasa bergengsi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Gypem bekerja sama dengan Politeknik Negeri Banyuwangi (POLIWANGI). Ajang ini mempertemukan peserta dari berbagai sekolah se-Indonesia dengan empat bidang lomba: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Bahasa Mandarin.
Dalam kompetisi tersebut, para siswa SMP Queen Ibnu Sina tampil gemilang. Reza Alfiyah meraih Juara 2 Bahasa Arab sekaligus Medali Emas Tingkat Nasional.
Pada bidang Bahasa Indonesia, Thalita Firgiana sukses membawa pulang Medali Perak Nasional. Disusul Febri Yania Avika Sanjaya yang turut menyumbang Medali Perunggu Nasional.
Kepala SMP Queen Ibnu Sina, Sutriani, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian para siswa. “Kami berharap pencapaian ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh peserta didik agar terus meningkatkan kemampuan dan percaya diri mengikuti kompetisi-kompetisi berikutnya," ujarnya pada Jumat (28/11/2025).
Prestasi ini tidak datang begitu saja. SMP Queen Ibnu Sina memiliki program pembinaan intensif bernama Takhossus SAKTI, yang menjadi ciri khas sekolah. Program ini mencakup: Sains, Bahasa Arab, Kitab Kuning, Tahfidzul Qur’an, dan Bahasa Inggris (SAKTI).
Seluruh peserta didik mengikuti pembinaan ini setiap hari sebelum pelajaran umum dimulai. Melalui pendekatan ini, sekolah berupaya membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam literasi keislaman, kemampuan bahasa, dan karakter Qur’ani.
Capaian di LOF#6 menjadi bukti bahwa pola pendidikan terpadu ala pesantren mampu bersaing di tingkat nasional. Pihak sekolah berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi siswa lain untuk terus mengasah kemampuan serta berani berkompetisi di berbagai ajang.
SMP Queen Ibnu Sina menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan kualitas pendidikan, memperkuat pembinaan karakter, dan memfasilitasi potensi peserta didik agar menjadi generasi yang berprestasi, berdaya saing, dan berakhlak mulia. (rq)

