Gerai Ayam Geprek di Rogojampi Terbakar, Diduga Karena Kebocoran Gas LPG

Untitled_design17.png Petugas Damkar Padamkan Api di Gerai Ayam Geprek Rogojampi (Foto: Damkarmat/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Sebuah gerai ayam geprek SFC (Sheila Fried Chicken) yang berada di Jalan Raya Rogojampi, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, dilalap si jago merah pada Minggu (25/01/2026). Kebakaran diduga dipicu oleh kebocoran gas LPG di area dapur.


Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.25 WIB. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banyuwangi (Damkarmat) menerima laporan dan segera menuju lokasi. Proses penanganan dimulai pukul 18.59 WIB, sementara api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 19.41 WIB.


Kepala Damkarmat Banyuwangi, Edy Supriyono, melalui anggotanya yang bertugas di lokasi, menjelaskan bahwa titik awal api berasal dari kompor bagian timur bangunan, tepatnya di bawah tangga menuju lantai dua.


“Diduga kebakaran dipicu oleh kebocoran gas LPG pada bagian regulator. Api kemudian menyambar kompor yang masih menyala dan dengan cepat merambat ke bahan-bahan yang mudah terbakar hingga menjalar ke lantai dua,” jelas petugas Damkarmat.


Berdasarkan asesmen petugas, kejadian bermula saat salah satu karyawan mengganti tabung gas di area dapur timur. Setelah tabung baru terpasang, terdeteksi adanya kebocoran sehingga tabung dilepas kembali. Namun gas yang keluar tersambar api dari kompor di sisi lain, memicu letupan dan kebakaran.


Petugas Damkarmat mengerahkan tiga unit armada pemadam, yakni Ayaax 03, Fire Doome 04, dan Fire Doome 05, serta 11 personel dari Regu Brama 1 dan Regu Brama 2. Proses pemadaman dilakukan menggunakan dua nozzle, satu difokuskan ke titik api utama dan satu lainnya untuk memutus rambatan api di bagian depan bangunan.


Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pendinginan dan pembongkaran material terbakar guna mencegah potensi penyalaan ulang.


Dalam insiden ini, tidak terdapat korban jiwa. Namun satu karyawan mengalami luka bakar ringan di bagian kaki dan telah mendapatkan penanganan medis. Kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp150 juta, meliputi kerusakan bangunan lantai satu dan dua, peralatan dapur, kulkas, freezer, kompor gas, etalase, meja kursi, serta stok bahan makanan.


Sejumlah pihak turut membantu proses penanganan di lokasi, di antaranya unsur TNI, Polri, Tagana, relawan kebencanaan, dan warga sekitar. (rq)