Perjuangan Ibu Hamil di Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kec. Pesanggaran, Banyuwangi (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Perjuangan seorang ibu hamil di wilayah terpencil Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, berakhir bahagia. Seorang bayi laki-laki lahir dengan selamat dari ibu bernama Dwi Novita Sari (23) setelah melalui proses evakuasi panjang yang melibatkan relawan Desa Tangguh Bencana (Destana).
Proses pra hingga pasca persalinan tidak mudah. Untuk menuju fasilitas kesehatan, ibu dan bayi harus melewati sungai dengan menaiki getek, kemudian melanjutkan perjalanan melintasi bukit terjal dengan jarak belasan kilometer sebelum akhirnya kembali ke Kampung Sukamade.
Kepala Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Verry Nafaro mengatakan, proses persalinan telah dipersiapkan sejak jauh hari guna meminimalkan risiko.
“Itu kejadiannya sudah beberapa hari lalu. Bayinya lahir normal dan terkondisikan dengan baik. H-1 minggu dari kelahiran, sesuai penentuan pihak puskesmas, pasien sudah kita standby-kan di Sarongan, di rumah saudaranya,” kata Verry, Sabtu (24/01/2026).
Verry menjelaskan, proses evakuasi dilakukan secara bertahap. Ibu hamil lebih dulu menyeberangi sungai menggunakan getek, sebelum akhirnya dijemput ambulans untuk dibawa ke Puskesmas Sarongan.
“Proses evakuasi ibu dan bayi dimulai dengan menaiki getek, lalu ibu hamil dijemput ambulans untuk dibawa ke puskesmas Sarongan,” ujarnya.
Saat ini, lanjut Verry, masih terdapat satu ibu hamil dengan usia kandungan tujuh bulan di Dusun Sukamade. Pemerintah desa pun telah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) persalinan yang berlaku sepanjang tahun, tidak hanya saat musim banjir.
“SOP persalinan ini bukan hanya kita berlakukan saat musim banjir. Sudah kami sosialisasikan kepada para ibu hamil agar standby di pusat desa, rumah bersalin, atau rumah saudara menjelang persalinan,” jelasnya.
Menurut Verry, kesadaran warga akan pentingnya mendekat ke pusat desa menjelang persalinan kini cukup baik. Sosialisasi yang dilakukan secara door to door dinilai efektif.
“Sejauh ini kesadaran warga sudah baik. Mereka sudah sadar pentingnya turun ke pusat desa menjelang persalinan. Sosialisasi door to door cukup efektif untuk meyakinkan para ibu hamil,” ujarnya.
Peristiwa evakuasi ibu melahirkan di wilayah Sukamade ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, seorang warga bernama Elis Watin (25) juga harus dievakuasi secara darurat usai melahirkan di rumahnya dengan kondisi ari-ari masih menempel. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena harus melintasi jalur terjal dan Sungai Sukamade menggunakan getek serta ditandu papan kayu.
Elis masuk kategori ibu hamil risiko tinggi (bumil resti) dan saat itu langsung dirujuk ke RSUD Genteng bersama bayinya untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Disebabkan kondisi ibu yang masih lemah dan kadar hemoglobin rendah, meski bayi dinyatakan lahir dalam kondisi sehat. (ep)

