Lokasi Konfercab XVI PCNU Banyuwangi di Kampus 2 UIMSYA Blokagung, Desa Karangdoro, Kec. Tegalsari (Foto: Eko/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Konferensi Cabang (Konfercab) XVI Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi resmi digelar di Universitas Mukhtar Syafaat (UIMSYA), Selasa (7/1/2026). Agenda yang dimulai sejak pukul 13.00 WIB itu diikuti oleh 25 Majelis Wakil Cabang (MWC) NU yang memegang hak suara mewakili seluruh ranting se-Kabupaten Banyuwangi.
Setelah melalui pembahasan panjang, forum akhirnya menyepakati tata tertib (tatib) konfercab sekitar pukul 18.00 WIB. Dalam tatib tersebut, ditetapkan dua persyaratan utama bagi bakal calon Ketua Tanfidziyah atau Ketua Harian PCNU Banyuwangi.
Syarat pertama, bakal calon wajib memiliki sertifikat dan telah mengikuti Pendidikan Menengah Kepemimpinan (PMK) NU. PMK merupakan jenjang kaderisasi menengah NU yang dirancang untuk mencetak pemimpin organisasi yang berkompeten dan berintegritas.
“Dalam pembahasan tatib memang sempat terjadi dinamika, terutama soal syarat PMK. Namun akhirnya disepakati bahwa PMK tetap menjadi syarat karena Jawa Timur masuk klaster A sesuai AD/ART, sehingga PMK menjadi keharusan,” ujar Ketua MWC NU Srono, Bisri Mustofa.
Menurut Bisri, forum tidak menemukan dasar regulasi yang memungkinkan penurunan standar atau penghapusan syarat PMK bagi bakal calon Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi.
Selain PMK, syarat penting lainnya adalah dukungan minimal 30 persen dari total pemilih. Dengan jumlah 25 MWC, seorang bakal calon harus mengantongi sedikitnya 9 dukungan MWC agar bisa ditetapkan sebagai calon.
“Batas minimal pencalonan adalah dukungan 30 persen atau paling tidak 9 MWC,” jelas Bisri.
Hal senada disampaikan Ketua MWC NU Kalibaru, Aksan. Ia menyebut, kesepakatan tata tertib tersebut secara otomatis menyaring sejumlah nama yang sebelumnya sempat muncul dalam bursa calon.
“Tata tertib sudah disepakati bersama. Dengan adanya syarat-syarat itu, beberapa nama yang sempat mencuat akhirnya mengerucut,” kata Aksan.
Sebelum konfercab digelar, tercatat sekitar lima hingga tujuh nama yang masuk dalam radar bursa calon Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi. Namun, setelah penetapan tatib, nama-nama tersebut menyempit menjadi tiga figur.
Ketiga nama tersebut yakni Ahmad Munib Syafaat, yang juga menjabat Rektor UIMSYA, Ahmad Turmudi, Kepala Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, serta Saeroji, kader NU yang saat ini menjabat Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyuwangi.
Dari tiga nama yang menguat tersebut, hanya Ahmad Turmudi dan Saeroji yang telah mengantongi sertifikat PMK. Sementara Ahmad Munib Syafaat diketahui belum memenuhi syarat kaderisasi tersebut.
Proses Konfercab XVI NU Banyuwangi sendiri masih terus berjalan dan menjadi penentu arah kepemimpinan PCNU Banyuwangi untuk lima tahun ke depan. (ep)

