
BWI24JAM, Banyuwangi - Masyarakat di Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, masih mempertahankan tradisi Keboan, yaitu sebuah ritual adat permohonan kepada Tuhan agar sawah masyarakat subur dan panen berlangsung sukses. Tradisi ini berlangsung setiap awal bulan Suro dalam penanggalan Jawa.
Menariknya, tradisi otentik masyarakat agraris ini digelar secara swadaya. Semua elemen masyarakat turut andil mensukseskan ritual turun-termurun yang berusia ratusan tahun itu. Terutama para pemuda bahkan telah menyiapkan ornamen-ornamen pendukung ritual seperti gapura bambu yang digantungi hasil bumi serta janur kuning.
"Iya ini lagi gotong-royong sama teman-teman Karang Taruna naruh hasil pertanian digantung di gapura bambu ini. Kalau untuk buat ornamen-ornamen ini sekitar empat harian," ujar Riyan, salah satu pemuda Aliyan, Kamis sore (28/07/2022).
Tidak hanya sehari saja, Keboan tahun ini digelar dengan berbagai rangkaian kegiatan selama 5 hari. Dimulai pada hari Kamis (28/07/2022) berupa bazar kuliner, guna mengangkat ekonomi masyarakat setempat. Hingga penutup tarian gandrung pada hari Senin malam (01/08/2022).
Untuk acara inti yang ditunggu-tunggu, ritual adat Keboan digelar pada hari Minggu pagi (31/07/2022) diawali dengan selametan bersih desa di jalan poros Desa Aliyan.
Kepala Desa Aliyan sekaligus Penanggung Jawab Adat Aliyan, Anton Sujarwo menyampaikan, dengan adanya Keboan ini perputaran ekonomi masyarakat dan nilai-nilai gotong-royong tercipta.
"Ornamen-ornamen yang jumlahnya banyak ini hasil swadaya. Karena nilai-nilai sosial saling bantu gotong-royong itu yang memperkuat masyarakat desa kami," ucap Anton, Kamis sore (28/07/2022).
Anton menegaskan, adat dan budaya akan selalu dilestarikan, karena yang dikenal dari Banyuwangi ialah nilai-nilai luhur sehingga diakui daerah lain.
"Semoga pemimpin yang ada mengerti adat dan budaya. Yang tepat memang harus diperhatikan demi persatuan masyarakat Kabupaten Banyuwangi," tutupnya.
Pada saat ritual Keboan, sejumlah orang kerasukan roh gaib dan bertingkah layaknya kebo (kerbau). Orang yang kerasukan tidak sembarangan, mereka merupakan keturunan dari leluhur Desa Aliyan yakni Mbah Wongso Kenongo atau Mbah Buyut Suko. (*Rq)