Pantauan Udara Pelabuhan Ketapang pada 20 Maret 2026 (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, kembali dibuka usai ditutup selama 37 jam dalam rangka Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Pembukaan trip pertama pada Jumat (20/03/2026) pagi langsung diserbu ribuan kendaraan wisatawan yang hendak menyeberang ke Pulau Bali.
Pantauan di lokasi, antrean kendaraan roda empat mengular hingga keluar area pelabuhan. Bahkan, kepadatan kendaraan mencapai jalan raya dengan panjang antrean sekitar satu kilometer.
Petugas kepolisian tampak berjaga dan mengatur arus lalu lintas di pintu masuk pelabuhan guna mengurai kemacetan.
Sejak dibuka pukul 06.00 WIB, arus kendaraan langsung membludak. Para pengguna jasa penyeberangan bahkan sudah mengantre sejak dini hari.
Sebagian wisatawan mengaku telah menunggu selama dua hingga tiga jam di area parkir pelabuhan sebelum bisa masuk ke kapal.
Salah satunya Kiki, wisatawan asal Surabaya. Ia mengaku sudah mengantisipasi penutupan pelabuhan saat Nyepi dan memilih menunggu di Banyuwangi.
“Tadi dari Surabaya mau ke Bali, masuk sekitar setengah lima. Sudah nunggu sekitar dua jam. Memang sudah tahu Ketapang ditutup, jadi sempat menginap di Banyuwangi,” ujar Kiki.
Menurutnya, perjalanan ke Bali ini sekaligus dimanfaatkan untuk liburan bersama keluarga.
“Rencana liburan ke Bali, nanti Senin baru balik,” tambahnya.
Kepadatan antrean kendaraan ini disebut sudah menjadi tradisi tahunan setiap perayaan Nyepi, sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Hindu di Bali yang menjalankan Catur Brata Penyepian.
Berdasarkan data operasional Kamis (19/3/2026), sebelum penutupan Nyepi, arus penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk memang sudah cukup tinggi.
Di Pelabuhan Ketapang tercatat, 22 kapal beroperasi dengan 23 trip, total penumpang mencapai 6.799 orang. Sedangkan kendaraan roda dua sebanyak 202 unit, kendaraan kecil (mobil) 939 unit, Bus 87 unit, truk/logistik 43 unit, dengan total kendaraan tercatat 1.271 unit.
Sementara di Pelabuhan Gilimanuk, 22 kapal beroperasi dengan 13 trip, total penumpang 637 orang, kendaraan roda dua 93 unit, kendaraan kecil 91 unit, truk 3 unit, dengan total kendaraan 187 unit.
Data ini menunjukkan tingginya mobilitas penyeberangan jelang dan sesudah Nyepi, terutama dari arah Jawa menuju Bali.
Untuk mengurai kepadatan, pihak pelabuhan memberlakukan sistem satu arah serta mengarahkan kendaraan di luar pelabuhan menuju kantong parkir.
Selain itu, operasional penyeberangan dimaksimalkan dengan mengerahkan 35 armada kapal di tujuh pasang dermaga dengan sistem bongkar muat cepat.
Setiap kapal dijadwalkan melakukan hingga sembilan trip guna mempercepat proses penyeberangan.
Pihak pelabuhan bersama kepolisian mengimbau pengguna jasa agar mengatur waktu perjalanan dan tidak terburu-buru agar tidak terjebak antrean panjang.
Hingga siang hari, antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah titik, baik di pintu masuk pelabuhan maupun area dermaga, meski pergerakan kendaraan menuju kapal tetap berjalan. (ep)

