
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Tepian hutan Gunung Raung, Dusun Sumberejo, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, bersiap menyambut perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1946 / 2024, dengan pawai ogoh-ogoh.
Prosesi ini menjadi sorotan karena menyajikan ogoh-ogoh dengan tema kekinian, mulai dari "Mama Saranghae" hingga karakter superhero Hellboy.
Proses pembuatan ogoh-ogoh ini sudah dimulai sejak pertengahan Januari lalu, melibatkan seluruh pemuda Hindu di sekitar Dusun Sumberejo.
Andik Kurniawan, pemuda Hindu dan kreator pembuatan ogoh-ogoh, menjelaskan bahwa tema yang diusung tidak hanya kekinian tetapi juga mencerminkan sifat buruk manusia dan kondisi kehidupan saat ini.
"Ada ogoh-ogoh yang menggambarkan mama berfoto selfie sambil berpose saranghae. Ini mencerminkan kondisi saat ini di mana apapun bisa jadi bahan unggah, bahkan kejelekan pun ikut diunggah," kata Andik, Sabtu (02/03/2024).
Proses pengerjaan ogoh-ogoh hampir mencapai tahap finalisasi, tinggal memoles dan memberikan sentuhan cat akhir. Konsep kekinian ini sengaja diusung untuk memanjakan mata penonton dan menarik perhatian masyarakat saat pawai ogoh-ogoh berlangsung.
Tejo Dwi Saputro, tokoh umat Hindu setempat, menyebut bahwa pembuatan ogoh-ogoh sepenuhnya diserahkan kepada pemuda Hindu Sumberejo, termasuk pemuda Islam yang turut membantu. Tradisi ini, kata Tejo, sudah berlangsung turun-temurun dan mencerminkan toleransi yang kuat di Dusun Sumberejo.
"Setelah pandemi, pembuatan sampai pawai ogoh-ogoh kita serahkan sepenuhnya kepada barisan pemuda. Kita hanya mengawal dan memberikan dukungan," tutur Tejo.
Pawai ogoh-ogoh dijadwalkan berlangsung pada tanggal 10 Maret 2024, mengitari rute dusun dan tepian hutan Gunung Raung. Rute ini melibatkan Dusun Krajan dan Sidomulyo, Desa Jambewangi. Prosesi tersebut akan diakhiri dengan pembakaran ogoh-ogoh, sebagai simbol pengusiran roh buruk dalam ritual Tawur Agung Kesanga.
Ritual ini, seperti dijelaskan oleh Tejo, bertujuan untuk mengusir atau menghilangkan pengaruh buruk Butha Kala atau roh-roh yang ada di bawah alam manusia. Selain sebagai perayaan keagamaan, pawai ogoh-ogoh di Tepian Hutan Gunung Raung juga menjadi daya tarik wisata dan simbol kebersamaan antarumat beragama di Banyuwangi. (*)