Siswa Hindu di SMPN 3 Bangorejo Banyuwangi Ikuti Rangkaian Upacara Hari Raya Nyepi (Foto: Instagram/SMPN3Bangorejo)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama terus ditanamkan di lingkungan SMP Negeri 2 Bangorejo. Menjelang Hari Raya Nyepi, sejumlah siswa beragama Hindu mengikuti rangkaian upacara Bhuta Yadnya dan Pengrupukan (arak-arakan ogoh-ogoh) di Pura Satya Dharma Ngadimulyo, yang berada di dekat sekolah.
Kegiatan keagamaan yang dilaksanakan sehari sebelum Nyepi tersebut diikuti oleh 9 siswa beragama Hindu. Mereka dengan khidmat menjalankan rangkaian ibadah sebagai bagian dari tradisi umat Hindu.
Kepala SMP Negeri 2 Bangorejo, Endang Mudjianah, menyampaikan bahwa sekolah senantiasa mendukung penuh setiap siswa untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.
“Kegiatan moderasi beragama di sekolah selalu kami tanamkan, yakni sikap toleransi dan saling menghargai antar pemeluk agama. Ketika sekolah tidak libur, peserta didik non muslim tetap diberikan izin untuk merayakan hari besar keagamaannya,” ujar Endang, Kamis (19/03/2026).
Ia menambahkan, para guru juga berupaya membangun kedekatan emosional dengan siswa. Salah satunya dengan menyempatkan diri bersilaturahmi ke rumah siswa yang sedang merayakan hari raya setelah kegiatan belajar mengajar.
Tak hanya itu, suasana toleransi juga terlihat dari peran siswa non-Hindu dalam kegiatan tersebut. Mereka dihimbau untuk tetap menghargai jalannya ibadah, bahkan turut memeriahkan dengan cara menyaksikan arak-arakan ogoh-ogoh secara tertib.
“Beberapa siswa yang rumahnya dekat dengan pura juga ikut melihat bahkan membantu proses pembuatan ogoh-ogoh. Ini menjadi bentuk nyata kebersamaan dalam keberagaman,” tambah Endang.
Melalui kegiatan tersebut, pihak sekolah berharap nilai-nilai toleransi dapat terus tumbuh di kalangan pelajar.
“Semoga dengan menanamkan sikap toleransi sejak di bangku sekolah, siswa dapat saling menghargai perbedaan, memperkuat kebersamaan, serta mencegah sikap intoleran. Yang terpenting adalah menghargai keimanan dan keyakinan masing-masing,” pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana lingkungan sekolah dapat menjadi ruang yang harmonis dalam merawat keberagaman, sekaligus menanamkan nilai persatuan sejak usia dini. (rq)

