Begini Kronologi IRT di Gambiran Banyuwangi Jadi Korban Dugaan Asusila oleh Penjual Panci Keliling

olah_tkp_polisi_pelecehan_di_bwi2024.jpg Polisi Lakukan Olah TKP Dugaan Pelecehan Seksual oleh Penjual Panci Keliling di Gambiran, Banyuwangi (Foto: Polsek Gambiran/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Perilaku tak menyenangkan dialami SA (32), ibu rumah tangga di Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi.


Bagian sensitif tubuhnya jadi sasaran tindak dugaan perilaku asusila oleh pedagang panci keliling bernisial HI (43), pada Kamis (05/12/2024) pagi sekitar pukul 09:30 WIB.


Aksi tak senonoh itu diterima korban ketika hendak menjemput anaknya pulang dari sekolah. Korban yang saat itu berjalan kaki tiba-tiba digoda pelaku yang diketahui berasal dari Desa Kalibaruwetan, Kecamatan Kalibaru tersebut.


"Korban saat itu hendak menjemput anaknya pulang sekolah dengan berjalan kaki. Saat memasuki jalan sepi korban dipepet oleh pelaku," ujar Kapolsek Gambiran AKP Badrodin Hidayat, kepada BWI24Jam.


Berdasarkan keterangan korban, lanjut Hidayat, ketika memepet korban, pelaku kemudian memegang area sensitif bagian belakangnya sebanyak satu kali. Disitu korban sempat memperingati pelaku agar tak mengulangi tindakan itu.


"Karena merasa dilecehkan korban kemudian memberikan peringatan kepada pelaku agar tidak macam-macam kepadanya," terangnya.


Selanjutnya korban melanjutkan langkahnya untuk mengindari pelaku. Bukannya berhenti, pelaku justru kembali mengulangi perbuatannya.


Beda halnya dengan yang pertama, pelaku sengaja turun dari motor supaya leluasa dalam melancarkan aksinya tersebut. Hidayat menambahkan, korban yang saat itu berlari, kembali dikejar pelaku dan mendapat perlakuan tidak senonoh.


"Sekitar lima sampai tujuh langkah korban sudah diikuti kembali dan pelaku melakukan perbuatan yang sama," ujarnya.


Jalan kampung yang dilintasi korban cukup sepi. Kondisi ini yang membuat pelaku leluasa melancarkan aksinya itu.


Korban yang ketakutan sekuat tenaga berlari untuk menyelamatkan diri. Akan tetapi pelaku tetap mengejar korban dan berhasil menghadangnya serta kembali melakukan aksi tak senonoh.


Kali ini, masih kata Hidayat, pelaku memegang area sensitif pada bagian dada sebanyak dua kali.


"Pelaku kembali melakukan perbuatan tidak senonoh dengan cara mengarah tangannya ke bagian dada korban sebanyak dua kali," terangnya.


Selepas melakukan aksinya itu pelaku balik ke motornya dan meninggalkan korban yang berlari ketakutan. Lantas korban menghubungi suaminya dan berhasil menangkap pelaku di jalan dekat lapangan voli desa setempat yang videonya sempat viral.


Hidayat menyebut saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Pihaknya turut mengamankan sejumlah barang bukti termasuk kendaraan milik pelaku.


"Turut kami amankan sepeda motor beserta panci yang belum laku. Serta sejumlah potong pakaian milik korban," pungkasnya. (ep)