Tahlilan 7 Hari di Kalibaru Banyuwangi, Ayah DCNA Minta Ketemu dengan Pelaku Kalau Sudah Tertangkap

tahlilan_7_hari_di_rumah_duka_korban_siswi_mi_di_bwi2024.jpg Suasana Tahlilan 7 Hari Korban Dugaan Rudapaksa-Pembunuhan Siswi MI di Kalibaru, Banyuwangi (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Acara tahlilan memperingati 7 hari meninggalnya siswi MI di Kalibaru inisial DCNA, usia 7 tahun, korban dugaan rudapakasa dan pembunuhan rampung digelar, Rabu (20/11) malam. Pas bakda magrib jemaah tahlil dari masyarakat sekitar khusyuk berkirim doa, melafalkan surat Yasin untuk almarhumah.


Jemaah yang datang ada sekitar 250 orang. Saking membludaknya, mereka sampai menempati kursi yang ada di luar rumah beratapkan tenda.


DN ayah korban mengaku berterima kasih atas keihklasan ratusan orang yang hadir. Tak menyangka dirinya bakal sebanyak itu jemaah yang datang.


"Terima kasih sudah berkenan hadir untuk mendoakan anak saya," ujar DN.


Kendati sudah mengikhlaskan kepergian putri bungsunya itu, DN masih berkaca-kaca ketika menyebut nama sang buah hati. Tak bisa ia menutupi raut mukanya yang sedih dihadapan ratusan jemaah.


Dibalik itu terselip harapan dan keinginan agar pelaku segera tertangkap. DN menyerahkan sepenuhnya proses hukum sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Dan menghukum pelaku sesuai hukum yang berlaku.


"Kepada aparat mohon hukum lebih ditegakkan dan dihukum seberat-beratnya, karena ini sudah melampaui batas, sangat sadis," tuturnya.


DN juga minta dipertemukan dengan pelaku pembunuh anaknya. Dan menanyakan ihwal apa yang mendasari pelaku menghabisi anaknya dengan cara yang keji.


“Apabila pelaku sudah ketemu, saya minta ketemu dengan pelaku. Saya ingin bertanya kenapa berbuat sadis seperti itu,” kata DN.


Terbaru, penyidik sudah memeriksa 23 saksi dari sebelumnya 11 saksi. Diperkirakan pemanggilan pemeriksaan saksi akan terus bertambah. Selain Polresta Banyuwangi, tim dari Polda Jatim juga turut dilibatkan.


Penggalian secara psikologis juga dilakukan kepada keluarga korban, karena diketahui bocah perempuan itu tinggal bersama dengan banyak anggota keluarga dalam satu rumah, di antaranya kakek, nenek, ibu, ayah, kakak, dan pamannya. (ep)