Para Pelajar Banyuwangi Adu Kreativitas Otomotif di Event SMUHERO Modification Contest Season 2

1smuhero_motor.jpg Kepala SMUHERO Fahima Sholatin Membuka Event SMUHERO Modification Contest Season 2 (Foto: Riqi/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Ratusan pelajar di Banyuwangi menunjukkan kreativitas dan bakatnya di bidang otomotif dalam ajang SMUHERO Modification Contest Season 2 yang digelar oleh SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi (SMUHERO). Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan sekolah SMUHERO, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, pada Sabtu (13/12/2025).


Kepala SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi, Fahima Sholatin, menyampaikan bahwa kontes modifikasi sepeda motor ini diikuti oleh ratusan pelajar dari berbagai sekolah, bahkan ada peserta yang datang dari luar kota. Event ini menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakatnya di dunia otomotif.


“Alhamdulillah peminatnya cukup banyak, kami berupaya untuk mewadahi kreativitas siswa di bidang otomotif khususnya mofidikasi sepeda motor,” kata Fahima.


SMUHERO Modification Contest Season 2 mempertandingkan dua kategori, yakni tingkat SMP/MTs dan SMK/SMA/MA, dengan total peserta sekitar 152 orang. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp 20 juta.


“Hadiahnya total Rp 20 juta dengan terdiri dari piagam, uang pembinaan dan juga trofi,” jelasnya.


Untuk menjaga kualitas penilaian, panitia menghadirkan juri berpengalaman dari Kediri, Jawa Timur, yakni Aditya Rizal yang akrab disapa Om Becak. Penilaian dilakukan berdasarkan kelas yang dilombakan, antara lain kelas herex, sunmori, touring, sunmori sport, dan standar harian.


“Untuk kriteria penilaian yang jelas inovasi, kreativitas dan modifikasinya, dari setiap kelas ini regulasinya berbeda-beda,” ujar Om Becak.


Ia mengaku bangga dengan antusiasme pelajar Banyuwangi yang mengikuti ajang ini. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat penting untuk mengarahkan minat anak muda ke hal-hal positif dan berprestasi.


“Supaya kawula-kawula muda ini fokusnya gak aneh-aneh, yang positif-positif saja seperti modifikasi ini,” imbuhnya.


Salah satu peserta, Mohammad Nur Hakim, siswa kelas 10 SMUHERO, menampilkan sepeda motor Honda CB 100 yang telah dimodifikasi dan dipersiapkan secara matang untuk mengikuti kontes tersebut.


“Dari sekolah sendiri saya dibimbing dengan baik, mulai dari teori, praktik dan lainnya juga,” kata Hakim.


Hal serupa disampaikan Fahmi Lubis, peserta asal Desa Gombolirang, Kecamatan Kabat, yang tergabung dalam Tim Bengkel Jhoyy Custom. Timnya menurunkan empat motor dalam berbagai kelas, yakni kelas Sunmori dan Herex.


“Persiapannya untuk event kontes ini sekitar satu mingguan,” ujar Lubis.


Selain kontes modifikasi, acara ini juga dimeriahkan dengan live musik dan pertunjukan tari tradisional. Antusiasme pelajar terlihat tinggi sepanjang kegiatan, menegaskan pentingnya ruang kreativitas seperti SMUHERO Modification Contest sebagai alternatif positif bagi generasi muda. (rq)